News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Program Padat Karya Tunai Bidang Perumahan Dapat Serap 244.170 Tenaga Kerja

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid. TRIBUNNEWS.COM/ADIATMAPUTRA FAJAR

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Jenderal Perumahan mengalokasikan anggaran padat karya untuk bedah rumah sebesar Rp 4,7 Triliun dari total anggaran Rp 11,3 Triliun alokasi padat karya rutin yang disalurkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kepada masyarakat.

Hal itu diutarakan Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid di Jakarta, Rabu (26/8/2020).

Dia mengatakan, Program Padat Karya Perumahan dapat menyerap setidaknya 244 ribu lebih pekerja.

“Alokasi padat karya untuk sektor perumahan sebesar Rp 4,7 triliun guna mendorong Program BSPS atau bedah rumah tidak layak huni sebanyak 220.000 unit rumah di seluruh Indonesia. Program tersebut setidaknya dapat menyerap sekitar 244.170 orang tenaga kerja,” ujar Khalawi.

Baca: Industri Hasil Tembakau Disebut Bantu Gairahkan Sektor Padat Karya

Khalawi mengatakan, Direktorat Jenderal Perumahan memberikan dukungan penuh terhadap program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam masa pandemi Covid-19.

Baca: PUPR: Program Padat Karya Tunai Serap 144.163 Tenaga Kerja

Beberapa hal yang akan dilaksanakan antara lain dengan dilaksanakan dengan mempercepat pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran Ditjen Perumahan dalam rangka mendorong realisasi belanja negara sebagai motor PEN khususnya dalam kegiatan padat karya dalam pembangunan perumahan swadaya.

“Kami juga mendukung pemanfaatan produk UMKM dalam pembangunan rumah untuk masyarakat dengan Risha, Ruspin, Tandon, dan Biodigester," ujar Khalawi.

"Selain itu juga mendukung pengembangan kawasan industri dengan membangun Rusun pekerja di kawasan industri seperti di Batang, Jawa Tengah dan Subang, Jawa Barat," tutur Khalawi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini