News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Permintaan Bagus, Penjualan Biji Plastik Masih Positif

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

VP of Sales Tokoplas Delfi Junaedy dalam Webinar Plastics & Rubber Indonesia Digital, Jumat (23/10/2020).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tokoplas, e-commerce B2B biji plastik mencatat transaksi penjualan mengalami peningkatan di tengah pandemi terhitung mulai Maret 2020.

VP of Sales Tokoplas Delfi Junaedy menyampaikan pihaknya melakukan ribuan transaksi setiap bulan.

Menurutnya, perseroan sangat optimistis dapat terus menjadi platform yang lengkap bagi para mitra pemasok ataupun customer.

"Sampai September kemarin kami surprise karena penjualan terus naik pesat dengan ribuan transaksi yang sudah terjadi. Kami juga menggandeng sejumlah suppliers besar antara lain PT Dinamika Maju Usaha, PT Polytama Propindo, PT Eco Ramai Lestari," kata Delfi dalam Webinar Plastics & Rubber Indonesia Digital, Jumat (23/10/2020).

Baca juga: OJK Perpanjang Relaksasi Restrukrisasi Kredit hingga 2022

Dia menambahkan Tokoplas juga sudah memiliki kategori produk plastik yang beragam dengan puluhan merek seperti Etilinas, Polimax, Titanpro, dan Masplene.

Pihaknya juga menjangkau para pebisnis resin plastik di 34 provinsi dan 500 kota di seluruh Indonesia termasuk Medan, Bandung, Semarang, Solo, dan Surabaya.

Baca juga: Hilirisasi Industri Nikel Lapangkan Jalan Indonesia Jadi Produsen Baterai Mobil Listrik

Namun perlu diketahui, Tokoplas belum melayani customer secara umum, mereka menggunakan konsep berbasis KYC (Know YOur Customer).

"Nanti akan ada proses approval dari Tim Tokoplas. Jika sudah terdaftar transaksi dapat mulai dilakukan pembelian skala kecil hingga besar untuk memenuhi kebutuhan industri level kecil, menengah, dan besar," ujar Delfi.

Sementara VP Corporate Relations and Sustainability PT Chandra Asri Petrochemical Tbk Edi Riva'i menambahkan bahwa sekarang ini terjadi kesalahan persepsi umum terkait plastik.

"Dari pada menggunakan produk natural seperti bambu dan kertas akan lebih repot. Plastik sejatinya lebih mudah didaur ulang dan lebih murah," tutur dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini