News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kominfo Dorong Pengembangan Ekonomi Digital Kreatif

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Staf Ahli Kominfo, Basuki Agus Suparno di Jakarta, Sabtu (12/12/2020).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendorong pengembangan ekonomi digital kreatif potensi budaya.

Potensi budaya tersebut di antaranya keris, yang merupakan warisan budaya Indonesia, menjadi potensi ekonomi yang besar dalam konteks kepariwisataan.

“Kalau kita membicarakan tentang keris sebagai warisan seni budaya bangsa yang mendunia, itu bisa masuk ke dalam 16 sektor ekonomi kreatif. Jadi ada sekitar 16 sektor ekonomi kreatif diantaranya arsitektur, musik, fashion, desain, kriya, kuliner, fotografi, dan sebagainya,” ujar Staf Ahli Kominfo, Basuki Agus Suparno di Jakarta, Sabtu (12/12/2020) lalu.

Baca juga: Upaya Kominfo Dalam Memberi Informasi Kepada Milenial di Media Sosial

Keris, lanjutnya dapat menjadi potensi di era ekonomi digital dengan menonjolkan aspek seni budaya, pelestarian, values, histori, dan filosofis.

Di sisi lain keris bisa digunakan untuk melakukan nation branding, termasuk persoalan otentisitas yang bisa dikomunikasikan kepada dunia internasional.

Keris bisa menjadi simbol promosi budaya di Indonesia, misalnya dengan menampilkan visual tentang Keris pertama kali di Museum Penerangan Kemkominfo yang terletak di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

“Artinya keris bisa dikemas secara menarik, bahwa informasi mengenai keris itu bagaimana kemudian didesain dan bisa dipresentasikan secara 3 dimensi dan narasinya bisa dibangun. Pesan-pesan tentang keris sebagai objek informasi bisa dalam bentuk film, foto, video, animasi, dan platform-platform lain. Model seperti ini bisa jadi andalan untuk Museum Penerangan di TMII yang telah membangun instalasi digital di ruang pamernya,” lanjutnya.

Baca juga: 5G Bagian dari Revolusi Teknologi, Kemkominfo: Perubahannya Drastis Dibanding 4G

Dilain pihak, Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari menegaskan era saat ini digital menjadi momentum melestarikan eksistensi budaya bangsa seperti keris yang punya otentisitas sangat tinggi.

“Coba bayangkan kalau misalnya ada sebuah keris yang memang adalah warisan dari para leluhur dan nenek moyang kita yang termashur, kemudian karena tidak terdokumentasikan dengan media digital yang baik bisa jadi ada orang lain mengklaim keasliannya. Saya kira teknologi digital ini akan sangat mampu menilai itu semuanya,” ujarnya.

Pada 2005 lalu keris Indonesia mendapat pengakuan dari UNESCO. Pengakuan dari UNESCO mengandung konsekuensi logis dalam usaha pelestarian budaya keris.

Poin yang disebutkan dalam piagam pengakuan ini adalah keris sebagai warisan tutur dan tak benda untuk kemanusiaan.

“Kenapa untuk kemanusiaan dan kenapa tutur dan tak benda, karena keris ini merupakan budaya tradisi yang bersifat nunggak semi, yaitu mewarisi, meneruskan, melanjutkan dan mengambil spirit dari gaya-gaya kehidupan pada zaman sebelumnya, dikembangkan lagi pada zaman tersebut,” ujar Kurator Keris Hery Suryo Wibowo.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini