Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, bantuan tunai untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) dan Warung atau BTPKLW bertujuan menggerakkan ekonomi masyarakat bawah.
Airlangga mengatakan, para penerima bantuan adalah PKL dan warung yang belum mendapatkan bantuan melalui skema Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM). Menurut Airlangga, BTPKLW sebagai kompensasi atas kerugian ekonomi akibat pembatasan.
"Namun juga diharapkan menjadi sinyal untuk menggerakkan kembali ekonomi masyarakat di tingkat bawah,” ujar Airlangga dalam keterangannya, Kamis (9/9/2021).
Airlangga bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani meninjau penyaluran BTPKLW yang berlangsung di Polrestabes Medan, Kota Medan, Kamis (9/9/2021).
Baca juga: Penerima BSU Rp 1 Juta Tidak Memiliki Rekening Himbara, Berikut Cara Cairkan Dana Bantuannya
Airlangga sempat berdialog dengan PKL dan Warung penerima bantuan. Satu di antaranya, Leli Hadijah pemilik ayam geprek dengan pembeli para pegawai kantor.
Baca juga: Kemnaker Bagikan Bantuan TKM ke 4 Kelompok PKL di Solo
Omsetnya turun akibat pemberlakuan PPKM. Bantuan yang diterima akan digunakan untuk tambahan modal usaha.
Baca juga: Kemenag Verifikasi 220 Proposal Bantuan Pesantren Wilayah Perbatasan
Bantuan untuk sektor usaha mikro dengan anggaran sebesar Rp1,2 triliun ini akan disalurkan bagi 1 juta pelaku usaha mikro, masing-masing akan mendapatkan Rp1,2 juta.
Kota Medan menjadi kota pertama yang akan menerima bantuan BTPKLW karena peran strategis Medan sebagai episentrum perekonomian di pulau Sumatera.
Airlangga mengatakan ada 1 juta paket senilai Rp1,2 juta. Pemerintah akan menugaskan TNI dan Polri untuk pendataan dan penyaluran bantuan tersebut langsung ke masyarakat.
"Operasi di lapangannya oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas, dan diharapkan ini menjadi bantalan bagi mereka yang terkena dampak untuk modal hidup dan modal kerja usaha mereka masing-masing,” kata dia.
Baca tanpa iklan