Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) resmi melangsungkan penawaran saham perdana / Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Saham emiten panel surya dibanderol Rp180 per lembar dengan melepas 347 juta saham baru atau setara 25,76 persen dari modal disetor.
Direktur Utama SEMA Rudi Hartono Intan optimistis ke depan kinerja bisnis perseroan akan terus meningkat.
Baca juga: Investor Diminta Bersiap, Kemungkinan Suku Bunga AS Naik di Maret 2022
Hal ini sejalan komitmen pemerintah yang ingin mengoptimalkan sumber energi baru terbarukan (EBT) sebagai sumber energi alternatif.
"Mempertimbangkan potensi bisnis yang ada, dan kebijakan pemerintah yang mendukung pengembangan modul surya sebagai bagian dari energi terbarukan," kata Rudi, Senin (10/1/2022).
"Kami telah mempertimbangkan dan mengkaji pengembangan bisnis untuk pengerjaan Inverter Modul Surya dan BOS (Balance of System) Modul Surya," tambahnya.
Rudi menyampaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), NH Korindo Sekuritas Indonesia yang telah mendukung terlaksananya IPO.
Baca juga: Analis Sebut Omicron Bukan Lagi Ancaman Pasar Keuangan
Sementara Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna mengatakan SEMA menjadi perusahaan listing kedua di tahun 2022 dan perusahaan saham tercatat ke-768 di BEI.
"Bursa akan senantiasa mensupport perusahaan tercatat untuk men-achieve performa terbaiknya sehingga dapat memberikan atribusi optimal kepada stakeholder," tutur dia.
Baca tanpa iklan