Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Industri kecantikan dan kesehatan di Indonesia terus bertumbuh. Layanan kesehatan dan kecantikan banyak tersedia di pasaran dengan mudah dan bisa menemukan klinik kecantikan di setiap sudut kota.
Sejak pandemi banyak layanan konsultasi secara daring dan konsumen dapat memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan.
MyVenus hadir sebagai sebuah platform yang memungkinkan penggunanya membandingkan berbagai informasi perawatan kecantikan, informasi klinik dan dokter, reservasi online, dan melakukan pembayaran langsung.
Dengan mendigitalkan pasar kecantikan dan medis Indonesia yang berorientasi offline, platform ini membangun ekosistem baru dan menekan biaya iklan dan persaingan yang berlebihan oleh pemilik klinik dan bisa dialihkan untuk memberikan benefit lebih ke konsumen.
Baca juga: Potensi Ekonomi Digital Indonesia Dahsyat, Angkanya Capai 70 Miliar Dolar AS
"Melalui aplikasi ini, masyarakat bisa mendapatkan konsultasi dan informasi klinik, bisa membandingkan dari kualitas dan harga, lalu memilih klinik dan treatment yang tepat," kata Michelle Hendra, CMO dan Co-founder Myvenus dalam keterangannya, Senin (4/4/2022).
Baca juga: XL Axiata-Google Workspace Bangun Kolaborasi Percepat Digitalisasi UMKM
Dia menjelaskan, platformnya saat ini sudah merangkul 100 merchant lebih mulai dari klinik kecantikan, spa, dental care, salon kecantikan, perawatan kuku, dan lain-lain.
Pihaknya menyaring mereka yang bergabung dengan sistem verifikasi unik dari Myvenus untuk mencegah masuknya klinik kecantikan ilegal yang efek samping treatment-nya merugikan konsumen.
"Kami akan menggunakan DVS (Doctor Verification System) yang mana hanya klinik yang terverifikasi yang akan ditampilkan dalam aplikasi, dengan ini menaikkan kualitas pasar konsultasi kecantikan Indonesia,” kata CEO MyVenus Yujin Hwang.
Untuk menggunakan layanan Myvenus, pengguna cukup mengunduh aplikasi ini dari playstore atau apple store langsung ke telepon genggam.
Baca tanpa iklan