Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pemerintah diminta untuk menggenjot sentra produksi cabai di sejumlah provinsi. Hal ini demi menurunkan harga cabai, yang saat ini mencapai Rp 100 ribu per kilogram.
Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Reynaldi Sarijowan mengatakan, pihaknya mencatat rata-rata harga cabai rawit nasional pada kisaran Rp 100 ribu - Rp 120 ribu per kilogram.
"Kemudian untuk sentra cabai di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Aceh mengalami penurunan produksi 50 persen," tutur Reynaldi saat dihubungi, Senin (13/6/2022).
Baca juga: Harga Cabai Rawit Rp 100 Ribu, Asosiasi Pedagang Minta Pasokan dari Daerah yang Stoknya Berlebih
Menurut Reynaldi, beberapa faktor mempengaruhi penurunan produksi. Di antaranya, curah hujan, musim la nina, dan serangan hama.
"Namun ini tiap tahun terjadi, pemerintah harusnya punya road map tata niaga pangan khususnya cabai untuk mengatasi hal ini," ucap Reynaldi.
Karena itu, lanjut Reynaldi, IKAPPI meminta pemerintah untuk menggenjot sentra-sentra yang punya potensi produksi dengan jumlah yang cukup besar.
"Kami mendorong upaya-upaya dilakukan pemerintah terutama menggenjot sentra-sentra cabai, jangan sampai tertekan daya beli lantaran harga tinggi," kata Reynaldi.