News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Nilai Tukar Rupiah

Kamis Sore, Rupiah Perkasa di Level Rp 14.986 Per Dolar AS

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Melansir data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, tercatat nilai tukar Rupiah saat ini di level Rp 14.986 per dolar AS, Kamis (7/7/2022)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis sore (7/7/2022) terpantau menguat.

Melansir data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, tercatat nilai tukar Rupiah saat ini di level Rp 14.986 per dolar AS.

Padahal dalam beberapa hari ke belakang, mata uang Garuda terus mengalami pelemahan.

Pada Rabu kemarin (6/7) Rupiah sempat tembus ke level psikologis, yakni Rp 15.015.

Baca juga: Kamis Pagi Rupiah Menguat Tipis, Pagi Ini di Level Rp14.960

Padahal pada kemarin, sejumlah pengamat melihat adanya potensi Rupiah yang kian terpuruk.

Faktor pelemahan Rupiah yang berlanjut dikarenakan pasar keuangan masih dibayangi sentimen negatif.

“Investor terus mencermati risiko kenaikan Fed rate terhadap Indonesia sehingga melakukan penjualan aset berisiko tinggi. Keluarnya dana asing juga dipicu data inflasi Juni yang cukup tinggi sejak 2017 menjadi kekhawatiran risiko stagflasi,” ungkap Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira kepada Tribunnews.

Baca juga: Ekonom Sebut Kenaikan Suku Bunga Acuan Bank Indonesia Dapat Tahan Pelemahan Rupiah

“Apalagi BI masih menahan suku bunga tentu risk nya naik di market,” sambungnya.

Bhima juga mengatakan, kondisi likuiditas di dalam negeri bisa mengetat apabila pelemahan kurs terus terjadi. Karena pelemahan kurs menunjukkan adanya tekanan arus modal asing yang keluar.

“Salah satu alasan pelemahan rupiah karena BI masih menahan suku bunga. Ditahannya suku bunga acuan membuat spread imbal hasil US Treasury dengan surat utang SBN semakin menyempit. Idealnya suku bunga sudah naik 50 basis poin sejak Fed lakukan kenaikan secara agresif,” pungkas Bhima.

Pelemahan Rupiah Bersifat Jangka Menengah, Rupiah Diprediksi Sentuh Level 14.750 di Akhir Tahun

Pelemahan rupiah terhadap dolar AS diyakini hanya bersifat jangka menengah seiring akan didongkraknya suku bunga acuannya Bank Indonesia (BI).

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, pelemahan rupiah hari ini hingga tembus di atas Rp 15.000 per dolar AS didorong kekhawatiran terkait pertumbuhan ekonomi Tiongkok.

"Kekhawatiran pertumbuhan ekonomi Tiongkok meningkat setelah Shanghai kembali melakukan tes massal Covid-19, sehingga dikhawatirkan salah satu pusat ekonomi Tiongkok tersebut kembali di-lockdown oleh pemerintah Tiongkok," kata Josua saat dihubungi, Rabu (6/7/2022).

Baca juga: Rabu Sore Rupiah Masih Terpuruk, Kini di Level Rp 15.015

Menurutnya, rupiah bergerak melemah di awal sesi tetapi pada sesi kedua nilai tukar rupiah mampu memangkas pelemahannya, sehingga hanya melemah 0,06 persen ke level 14.997 per dolar AS di akhir sesi.

"Kami perkirakan pelemahan nilai tukar masih cenderung bersifat jangka menengah, sehingga diperkirakan pada bulan Agustus mendatang, rupiah akan mulai menguat secara gradual karena proyeksi kebijakan yang less hawkish dari Fed pasca mulainya perlambatan ekonomi AS," paparnya.

Ia menyebut, rupiah diperkirakan mampu memangkas pelemahannya di akhir tahun, terutama akibat dimulainya peningkatan suku bunga BI.

"Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran 14.550-14.750 di akhir tahun. Sementara pada hari Kamis, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran 14.950-15.050 per dolar AS," ucapnya.

Indonesia Harus Waspada Lonjakan Harga Pangan Impor

Nilai tukar atau kurs rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot, bahkan sempat menembus level Rp 15.000 per dolar AS pada Rabu (6/7/2022).

Ekonom Institute for Development of Economics (INDEF) Rusli Abdullah meminta pemerintah untuk mewaspadai lonjakan harga pangan impor.

"Yang paling saya khawatirkan adalah lonjakan harga pangan yang masih impor," ujar Rusli saat dihubungi, Rabu (6/7/2022).

Selama pandemi Covid-19, ucap Rusli, Indonesia belum terkendala dengan harga pangan pokok atau sumber karbohidrat. Namun, saat ini hal-hal tersebut perlu mulai diwaspadai.

"Pasokan tidak terkendala, sebelum ada invasi Rusia-Ukraina. Harga input produksi pupuk masih belum melambung," katanya.

Saat ini, rupiah masih dibayangi sentimen negatif yang berasal dari sisi eksternal, salah satunya risiko kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed). Perlu atau tidaknya Bank Indonesia (BI) menaikan suku bunga acuan bergantung pada pengumuman Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) The Fed.

"Perlu atau tidaknya, BI akan liat pasca FOMC The Fed umumkan tingkat rate terbaru, naik atau tidaknya The Fed," tutur Rusli.

Sementara, Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan tekanan pada nilai tukar rupiah ini baru permulaan dari serangkaian tekanan global terhadap perekonomian Indonesia.

"Pelemahan nilai tukar rupiah baru permulaan, tekanan berikutnya terjadi saat kenaikan Fed rate," ujar Bhima.

Ia menjelaskan, saat ini kondisi pasar uang dunia tengah khawatir akibat adanya sinyal resesi ekonomi global. Salah satunya, proyeksi Citigroup yang menyatakan risiko dunia mengalami resesi kini sebesar 50 persen dalam 18 bulan ke depan.

Di saat yang bersamaan, Bank Indonesia BI masih menahan suku bunga acuan padahal telah terjadi kenaikan inflasi Juni 2022 sebesar 4,35 persen. Kebijakan BI tersebut justru membuat arus investasi asing keluar dari Indonesia semakin deras.

"Kita harus mempersiapkan diri dalam skenario yang terburuk," kata Bhima.

Hari ini, Rabu (6/7/2022), rupiah akhirnya kembali menembus level Rp 15.000 per dolar AS. Rupiah di pasar spot sempat bergerak ke area Rp 15.039 per dolar AS atau level tertinggi sejak awal Mei 2020 silam.

Namun, pada penutupan perdagangan, rupiah mempersempit pelemahan dan ditutup di Rp 14.994 per dolar AS.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini