News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Rupiah Kembali Tembus Rp 15.000 Per Dolar AS Setelah BI Umumkan Pertahankan Suku Bunga

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas menunjukkan dollar AS di salah satu money changer di Jakarta Pusat, Senin (15/12/2014). Jumat pagi ini (22/7/2022) rupiah dibuka melemah 3 poin ke level Rp 15.039 dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp 15.036 per dolar AS.  WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menembus Rp 15.000 per dolar AS, setelah Bank Indonesia memutuskan menahan suku bunga acuannya di level 3,50 persen. 

Pagi ini rupiah dibuka melemah 3 poin ke level Rp 15.039 dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp 15.036 per dolar AS. 

Namun, seiring berjalannya waktu perdagangan, sekitar pukul 09.08 WIB rupiah menguat ke posisi Rp 15.033 per dolar AS. 

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan, tekanan terhadap rupiah disebabkan keputusan Bank Indonesia menunda kenaikan suku bunga acuan.

"Spread yield dengan suku bunga acuan AS makin menyempit. Ini membuat aset dolar AS menjadi lebih menarik dibandingkan rupiah sehingga memberi tekanan ke rupiah," papar Ariston. 

Baca juga: Kamis Pagi Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS, Sentuh Level Rp 14.994

Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 20-21 Juli 2022 memutuskan untuk kembali mempertahankan suku bunga acuan alias BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 3,5 persen. 

Baca juga: Bursa Saham Hari Ini Diprediksi Menguat, Pasar Respon Keputusan BI Pertahankan Suku Bunga

Bank Indonesia turut mempertahankan suku bunga deposit facility sebesar 2,75 persen dan suku bunga lending facility di level 4,25 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, keputusan tersebut konsisten dengan perkiraan inflasi inti yang masih terjaga di tengah risiko dampak perlambatan ekonomi global terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini