News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Resesi Ekonomi

Hadapi Ancaman Resesi Ekonomi Tahun Depan, Ini Strategi Perbankan Pelat Merah Genjot Kinerja

Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar. Ia menyebut ekonomi di dalam negeri harus memiliki banyak kegiatan agar memiliki efek multiplier pada pertumbuhan di tengah ketidakpastian di tahun depan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perbankan pelat merah optimis pada tahun depan tetap membukukan kinerja yang positif pada tahun depan, meski terdapat ancaman resesi ekonomi global.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, ekonomi di dalam negeri harus memiliki banyak kegiatan agar memiliki efek multiplier pada pertumbuhan di tengah ketidakpastian di tahun depan

Ia menyebut, perbankan sebagai intermediasi tidak boleh menargetkan pertumbuhan kinerja stagnan atau bahkan takut. Pasalnya, hal tersebut akan mendorong penurunan transaksi sehingga membuat ekonomi semakin terpuruk.

Baca juga: Peran Perbankan Dinilai Dibutuhkan untuk Stabilitas Perekonomian Negara Saat Pandemi

"Maka dari itu, kami fokus dengan transformasi. Kami berharap kami dapat menjadi suatu bank yang lebih kompetitif dengan digitalisasi, tidak hanya di sisi produk tapi juga proses bisnis, operating cost yang terkendali," kata Royke yang dikutip dari Kontan, Senin (19/12/2022).

Menurutnya, pada tahun lalu BNI berhasil menambah modal sehingga membuat level modal menjadi sangat cukup kuat untuk menyerap risiko maupun ekspansi dalam menjawab berbagai peluang tahun depan.

BNI, kata Royke, juga memiliki level likuiditas yang sangat ample dan sejauh ini sangat bisa dikelola dengan baik. Ke depannya, BNI berharap akan banyak peluang yang dapat digarap perseroan, baik organik maupun anorganik.

Tahun depan, Royke menegaskan BNI pun akan tetap fokus ke segmen consumer, korporasi serta UMKM yang berorientasi ekspor untuk menjadi engine pertumbuhan BNI.

"Kami mau membantu UMKM untuk go global, bantu mereka supaya bisa ekspor, sehingga dapat meningkatkan kapabilitas usaha sekaligus profitabilitas buat mereka,"pungkasnya. (Dina Mirayanti Hutauruk/Kontan)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini