Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto
TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG – Saat ini permintaan produk cat tekstur di Indonesia dalam beberapa tahun ini terus meningkat.
CEO dan Founder Add Stone Yudi Gumanti mengatakan, produknya mulai dikenal dan digunakan di berbagai proyek seperti residensial, retail, dan komersial, seiring dengan kebutuhan akan bangunan-bangunan tersebut yang semakin tinggi setelah pandemi.
”Yang kami tawarkan produk cat tekstur replika granit dan batu alam sebagai alternatif dan solusi dari batu alam yang seringkali membatasi dari segi teknis pemasangan yang rumit, hingga biaya dan beban bangunan yang besar," kata Yudi di sela-sela Pameran Add Stone di event IndoBuildTech 2023 di ICE BSD Tangerang belum lama ini.
Baca juga: Pandemi Covid-19 Makin Melandai, Pengembang Optimis Industri Properti Akan Bertumbuh
Yudi mengatakan, pihaknya membidik pasar arsitek dan desainer, di mana permintaan pengaplikasian pada eksterior dan interior kini mulai meluas hingga pada furnitur dan artwork.
Diceritakan Yudi, saat masuk di tahun 2018, cat tekstur, cat tekstur granit dan batu alam masih belum familiar di masyarakat Indonesia.
Kala itu, kata dia stigma terkait dengan cat tekstur di Indonesia masih belum diterima dengan baik karena memiliki kekurangannya yang mudah mengelupas masih membayangi sebagian orang.
"Ini yang mendorong kami mencoba mengambil langkah berani dan berkomitmen untuk membuka pintu pembaruan bagi dunia arsitektur Indonesia," kata Yudi.
Produk Add Stone telah diaplikasikan dalam 4 lapisan cat yang memiliki dua varian seri AN dan AKO, untuk interior, eksterior, dan lanskap dan penggunaannya dapat diaplikasikan pada berbagai bidang dasar (media) dan bentuk, namun dengan durabilitas yang tinggi.
Untuk pengembangan bisnis ke depan, Yudi mengatakan, pihaknya memiliki rencana untuk mengembangkan pembuatan pabrik cat tekstur ini di Indonesia.
"KIta harapkan dalam satu atau 2 tahun ke depan kami bisa memiliki pabrik cat tekstur di Indonesia. Mohon doanya," kata Yudi.
Baca tanpa iklan