News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Super Holding Danantara

Danantara Diyakini Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 8 Persen 

Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DISKUSI DANANTARA - Guru Besar FEB UI Prof Telisa Aulia Falianty saat berbincang dengan Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan Prita Laura, dan Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network Domu Ambarita di Studio Tribun Network, Jakarta, Jumat (28/2/2025). Prof Telisa menjelaskan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) dapat menjadi sumber pembiayaan terhadap proyek-proyek strategis nasional (PSN) atau bahkan proyek besar lainnya. TRIBUNNEWS/AKBAR PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Bidang Ekonomi Moneter dan Keuangan Telisa Aulia Falianty berpendapat, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) diyakini bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen bisa dicapai melalui beberapa step. Artinya perlu jangka panjang untuk mencapai hal itu. Telisa bilang, keberadaan Danantara ini menjadi salah satu peta jalan ekonomi sehingga pada akhirnya bisa mencapai target 8 persen.

Baca juga: Komisi III DPR Harap Keberadaan KPK dan PPATK Sebagai Pengawas Danantara Bukan Hanya Formalitas

"Jadi menurut saya istilahnya Danantara benar akan membantu kepertumbuhan ekonomi," ujar Telisa dalam Wawancara Khusus bersama Tribunnews, Jumat (28/2/2025).

Telisa mengatakan, sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia juga didorong oleh investasi. Dia mencatat, pertumbuhan nilai investasi yang masuk ke Indonesia masih stagnan di kisaran 30 persen sharenya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Padahal negara maju seperti China, nilai investasinya rata-rata di kisaran 40 sampai 50 persen dari PDB. Nah, dengan adanya Danantara maka bisa menjadi pendorong investasi sehingga nilainya bisa semakin menguat.

"Terkendala dengan investasi kita yang stagnan di 30 persen dari PDB, nah oleh karena itu harus ada ways out, gimana nih secara mendorong investasi. Nah Danantara bisa masuk dari situ," papar dia.

Meski begitu, Telisa menyebut bahwa pemerintah juga perlu mendorong investasi di sektor swasta. Hal ini dilakukan untuk menciptakan iklim investasi yang nyaman dan aman.

Baca juga: Kemenperin Berharap Danantara Bisa Alokasikan Investasi di Sektor Industri Non Migas

"Jadi Danantara yes, itu penting untuk mendorong investasi yang dari government, nah tapi investasi government ini diharapkan bisa komplement dengan investasi swasta," ucap Telisa.

"Bukan substitution jadi jangan sampai menjadi substitution, justru dengan keberadaan danantara bisa menjadi komplementer untuk investasi swasta, sehingga nanti investasi GDP kita bisa lebih besar dari 30 persen dan bisa membantu mencapai cita-cita yang 8 persen," imbuhnya menegaskan.

Untuk informasi, Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada Senin (24/2/2025).

Baca juga: Legislator PAN Dukung Rencana Danantara Bikin Pusat Data AI: Perkuat Infrastruktur Digital Indonesia

Presiden Prabowo Subianto telah resmi meneken Undang-undang yang menjadi payung hukum lembaga tersebut.

"Pada hari ini hari Senin tanggal 24 Februari 2025 saya Presiden Republik Indonesia menandatangani undang-undang nomor 1 tahun 2025 tentang perubahan ketiga atas undang-undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha milik Negara dan peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 2025 tentang organisasi dan tata kelola badan pengelola investasi Daya Anagata Nusantara," ujar Prabowo.

Selain meneken undang-undang, Prabowo Juga telah meneken, Keputusan Presiden (Keppres) mengenai kepala lembaga pengelola investasi tersebut.

"Selanjutnya saya juga menandatangani Keputusan Presiden Nomor 30 tahun 2025 tentang pengangkatan dewan pengawas dan badan pelaksana badan pengelola investasi dan daya anagata nusantara," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini