TikTok AS Minta Karyawan Kerja dari Rumah, Isyaratkan Gelombang PHK?
TikTok menginstruksikan karyawan divisi e-commerce di Amerika Serikat untuk bekerja dari rumah atau Work From Home, usai mencuatnya isu PHK massal
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Siti Nurjannah Wulandari
TRIBUNNEWS.COM - Media sosial besutan ByteDance, TikTok menginstruksikan karyawan divisi e-commerce di Amerika Serikat untuk bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH), berlaku mulai Rabu (21/5/2025).
Menurut laporan The Business Times, instruksi tersebut dikirimkan lewat memo yang ditulis oleh eksekutif e-commerce TikTok, Mu Qing.
Dalam memo internal tersebut Qing menyebutkan akan ada "perubahan organisasi dan personel" signifikan yang pada akhirnya akan mempengaruhi karyawan yang bekerja di operasi AS dan akun global utama.
Qing berdalih upaya ini dilakukan untuk “menciptakan model operasi yang lebih efisien,”
Sebagai bagian dari upaya TikTok untuk menyesuaikan diri dengan tantangan ekonomi global, termasuk penurunan penjualan e-commerce dan ketidakpastian ekonomi yang lebih luas.
Meskipun TikTok Shop tumbuh pesat, masa depan aplikasi video tersebut di AS masih diragukan.
Mengingat sejak Maret 2025, penjualan harian di AS dari penjual asing, banyak di antaranya berbasis di China, mengalami penurunan akibat tarif yang meningkat.
Bahkan bisnis e-commerce TikTok di AS gagal memenuhi banyak target kinerja pada 2024 buntut persaingan sengit dari platform e-commerce besar seperti Amazon, Walmart, dan Temu.
Ditambah masalah peningkatan tarif impor terhadap produk dari China yang menyebabkan penurunan penjualan bagi penjual asing di TikTok Shop.
Tekanan ini yang mendorong TikTok untuk melakukan perampingan, guna menavigasi lingkungan bisnis yang semakin kompleks.
Bukan Kali Pertama
Sebagai informasi PHK seperti ini bukan kali pertama yang dilakukan TikTok, Media sosial besutan ByteDance ini diketahui telah berulang kali melakukan pemangkasan karyawan.
PHK pertama kali dilakukan TikTok pada Januari 2023, dimana saat itu TikTok melakukan PHK terhadap ratusan karyawan di seluruh dunia.
Terutama dari divisi perekrutan dan beberapa unit yang dianggap non-esensial.
Baca juga: Di Tengah Badai PHK, TikTok Buka Lowongan Bagi 1.000 Pekerja
TikTok berdalih PHK ini merupakan bagian dari efisiensi operasional di tengah tekanan ekonomi global dan perlambatan pertumbuhan teknologi pasca-pandemi.
Kemudian pada Juli 2023, TikTok kembali memangkas karyawan di Tim Global Business Solutions (GBS) yang menangani hubungan dengan pengiklan dan mitra merek, mengalami pengurangan staf di kantor Asia dan Amerika Utara.