News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Badai PHK

Sektor Manufaktur Paling Banyak Lakukan PHK, Ini Kata Wamenperin 

Penulis: Lita Febriani
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PHK MANUFAKTUR - Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza ditemui di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (23/5/2025). Wamenperin mengungkap perlu pengkajian lebih tepat dalam menghitung PHK pekerja. (Tribunnews.com/Lita Febriani).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengungkap data Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) hingga 20 Mei 2025. Dimana sebanyak 26.455 pekerja telah menerima PHK.

Jawa Tengah menjadi provinsi dengan tingkat PHK tertinggi, yakni 10.695 orang, diikuti Jakarta 6.279 orang dan Riau sebanyak 3.570 orang.

Untuk sektor yang berkontribusi terbesar terhadap angka PHK disumbang oleh industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta jasa.

Baca juga: Ekonom Ingatkan Gelombang PHK di Industri Tekstil, Pemerintah Jangan Hanya Kejar Tax Ratio

Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyatakan, kondisi industri saat ini mulai kembali berjalan cepat.

"Saya nggak tahu dasarnya perkiraan atau potensi PHK itu. Jadi kalau melihat pelan-pelan di beberapa minggu terakhir ini minat investasi ke Indonesia dan bergeraknya beberapa sektor lebih cepat," tutur Faisol saat ditemui Wartawan di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (23/5/2025).

Sektor yang dinilai mulai kembali bergerak ke arah positif ialah pertambangan. Selain itu, beberapa sektor industri lain juga mulai kembali berjalan di tengah situasi sulit.

Hal inilah yang membuat Wamenperin merasa data proyeksi PHK tersebut kurang tepat. Oleh karenanya, diperlukan pengamatan dalam beberapa waktu ke depan.

Baca juga: PHK Meluas ke Sektor Non-Padat Karya, Wamenaker Masih Fokus Soal Perusahaan Tahan Ijazah

"Beberapa sektor (bergerak) lebih cepat termasuk salah satunya di sektor pertambangan, itu saya nggak terlalu yakin dengan proyeksi itu. Tapi kita lihat nanti ke depan," ungkapnya.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini