News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mentan Amran Minta Maaf Sempat Ada Kegaduhan Soal Beras Oplosan

Penulis: Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BERAS OPLOSAN - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (22/9/2025). Ia meminta maaf atas kegaduhan yang sempat muncul terkait isu beras oplosan beberapa waktu lalu. Dok: Endrapta Pramudhiaz

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta maaf atas kegaduhan yang sempat muncul terkait isu beras oplosan beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan Amran ketika menggelar rapat bersama para kepala daerah untuk membahas pelaksanaan program hilirisasi komoditas perkebunan, Senin (22/9/2025).

Baca juga: Mentan Amran Minta Bulog Lanjut Serap Gabah Petani Rp 6.500 Per Kg

"Yang oplos kemarin minta maaf agak gaduh dikit," kata Amran dalam rapat yang digelar di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

Amran mengakui bahwa itu sebenaranya bukan beras oplosan, tetapi beras premium yang diperdagangkan dengan cara melanggar aturan mutu.

Ia menyebut pelanggaran mutu beras ini seperti beras patahan yang seharusnya maksimal 14,5 persen, tetapi dijual dengan kadar 33 persen hingga 59,20 persen.

Kemudian, harga beras premium yang dijual seharusnya Rp 12 ribu per kilogram, tetapi dijual hingga Rp 17 ribu per kilogram.

"Artinya, Rp 5 ribu ini tidak halal. Kalau dikali 2 juta saja, itu Rp 10 triliun," ujar Amran.

Ia menambahkan, permainan harga semacam itu tidak boleh dibiarkan karena ada anggaran negara yang sangat besar di situ.

"Jadi harga sudah naik dan ini seluruh komoditas tidak boleh dipermainkan. Ini yang harus intervensi pemerintah. Kenapa? Rp 150 triliun APBN di situ, subsidi pangan. Jadi, tidak boleh dipermainkan," ucap Amran.

Berdasarkan data paparan yang ditunjukkan Amran, ada 10 merek yang merupakan beras premium dengan mutu patahan di atas ambang batas yang ditentukan.

Ada WS, LS, SM, JN, NU, RU, MD, PR, BS dan SR. Sayangnya, tidak ada nama jelas dari merek beras tersebut.

Baca juga: 5,6 Juta Ton Pupuk Subsidi Sudah Disalurkan, Mentan Amran: Swasembada Pangan akan Tercapai Tahun Ini

Beberapa waktu lalu, ramai beras oplosan, yaitu beras kualitas premium dicampu dengan beras medium, lalu dijual dengan harga beras premium.

Berdasarkan temuan saat itu, ada lebih dari 212 merek beras diduga melanggar standar mutu dan takaran.

Akibat dari pelanggaran tersebut, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 99 triliun.

"Ini total nilainya setelah kita kali jumlah beras yang beredar itu Rp 99 triliun," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/7/2025).

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini