News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pergerakan IHSG Hari Ini Dibayangi Pengumuman BI Rate, Ada Potensi Kembali Melemah

Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERGERAKAN IHSG - Tercatat, IHSG perdagangan kemarin ditutup melemah 0,65% atau 54,96 poin ke level 8.361,93.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (19/11/2025), dibayangi pengumuman suku bunga acuan atau BI Rate oleh Bank Indonesia.

Tercatat, IHSG perdagangan kemarin ditutup melemah 0,65% atau 54,96 poin ke level 8.361,93.

Koreksi ini terjadi seiring tekanan dari pelemahan bursa global dan regional yang mendorong aksi ambil untung di pasar domestik. 

Selain itu, depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut memperberat sentimen.

Baca juga: Ramai-ramai Analis Prediksi Laju IHSG Hari Ini Kembali Menguat, Berikut Pilihan Sahamnya

Menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, pasar cenderung berhati-hati. Konsensus memperkirakan, BI menahan suku bunga acuan di level 4,75% pada rilis kebijakan hari ini.

Dari eksternal, pelaku pasar turut mencermati rilis inflasi Inggris dan Euro Area yang diperkirakan melandai, serta notulen FOMC dari Amerika Serikat.

Secara teknikal, analis melihat tekanan jual masih dominan.

“MACD berpotensi mengalami death cross, sementara Stochastic RSI sudah terlebih dulu membentuk death cross di area overbought. IHSG juga ditutup di bawah MA5, sehingga ada potensi indeks menguji area support di kisaran 8.300 sampai 8.325,” jelas Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang dikutip dikutip dari Kontan.

Menurutnya, area 8.400 saat ini menjadi titik pivot penting, sementara resistance terdekat berada di sekitar 8.450. 

Jika tekanan jual mereda dan sentimen RDG BI sesuai ekspektasi pasar, peluang pembalikan arah tetap terbuka.

Ia menyebut, investor dapat mencermati saham-saham dengan fundamental solid di tengah volatilitas pasar.

“Sejumlah emiten seperti TPIA, CPIN, ISAT, BBRI, dan ULTJ masih layak dipertimbangkan,” ujarnya.

Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mencermati pergerakan IHSG dari sisi teknikal masih cenderung konsolidasi terlebih dahulu dan dapat diwaspadai akan adanya koreksi dalam jangka pendek. 

“Sementara untuk target akhir tahun, kami memperkirakan untuk target IHSG akan berada pada rentang 8.350 untuk skenario dasar dan 8.900 di skenario terbaiknya,” jelasnya.

Herditya bilang investor masih akan mencermati dari sisi global yaitu The Fed yang nampaknya masih akan mempertahankan suku bunga acuannya setelah government shutdown yang terjadi. 

“Kemudian dari sisi suku bunga acuan dalam negeri atau BI Rate, masih ada probabilitas pemangkasan meskipun secara konsensus masih cenderung tetap,” kata dia. 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini