News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dukung Kebijakan PLTS Atap, Perusahaan Jamu Ini Gencar Manfaatkan Energi Hijau

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KOMITMEN DUKUNG PEMERINTAH - Di tengah dinamika regulasi PLTS atap on-grid, Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, menegaskan bahwa pihaknya 100 persen mendukung kebijakan pemerintah. Hal ini disampaikannya pada Jumat (28/11) di House of Jamu, Cipete, Jakarta Selatan.

TRIBUNNEWS.COM - Dalam rangka mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060, Indonesia terus memperluas adopsi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap on-grid di berbagai sektor, mulai dari rumah tangga hingga industri.

Upaya akselerasi pun tampak dari penataan ulang regulasi dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 26 Tahun 2021 menjadi Permen ESDM Nomor 2 Tahun 2024. 

Adapun, beleid terbaru ini menghapus skema net-metering sehingga ekspor tenaga listrik dari pengguna ke PT PLN (Persero) tak lagi dihitung sebagai bagian dari pengurangan tagihan listrik, serta menetapkan mekanisme kuota sistem PLTS atap.

Sebagai salah satu perusahaan yang konsisten mengimplementasikan PLTS atap, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) menjadi contoh pelaku industri yang terus berkomitmen dalam memanfaatkan energi hijau di tengah perubahan regulasi tersebut.

Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, menegaskan bahwa pihaknya 100 persen mendukung kebijakan pemerintah. 

“Bagi kami (Sido Muncul), aturan baru dari Kementerian ESDM terkait PLTS atap tidak merugikan. Kami percaya, setiap arah kebijakan pemerintah pasti ada alasan di baliknya. Jadi, kami 100 persen setuju dengan apa yang dilakukan pemerintah,” tegas Irwan Hidayat saat ditemui awak media di House of Jamu, Cipete, Jakarta Selatan, Jumat (28/11).

Baca juga: Perusahaan Jamu Donasikan Rp500 Juta untuk Pengungsi Luar Negeri Lewat JRS Indonesia

Komitmen Jalankan Transisi Energi Bersih

Transisi energi bersih sudah menjadi strategi operasional yang dilakukan Sido Muncul secara konsisten dalam tiga tahun terakhir. 

Hal ini tampak dari peningkatan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) perusahaan yang melonjak dari 69 persen di tahun 2022, menjadi 89 persen pada tahun 2023, dan meningkat lagi menjadi 91 persen pada 2024.

Berdasarkan grafik tersebut, bauran energi perusahaan terdiri dari biomassa, PLTS atap, gas bumi, listrik PLN, dan solar. 

Biomassa menjadi penyumbang utama dalam struktur energi Sido Muncul, yang mana mencapai 60 hingga 61 persen.

“Prioritas kami adalah zero waste, sehingga kami tidak pernah membuang limbah, justru kami olah lagi jadi bahan bakar. Jadi, biomassa yang kami hasilkan seluruhnya berasal dari ampas jamu,” ungkap Irwan Hidayat.

Selain biomassa, Sido Muncul juga secara bertahap meningkatkan pemanfaatan tenaga surya, serta menggunakan listrik hijau dengan skema Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN, yang mana listrik tersebut berasal dari pembangkit energi terbarukan.

“Langkah ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap kebijakan pemerintah dalam mempercepat transisi energi nasional. Karena itu, listrik yang kami gunakan dari PLN, juga harus listrik hijau,” jelas Irwan. 

Keseluruhan langkah tersebut membuat Sido Muncul berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 91 persen pada 2024 dibandingkan tahun 2021, jauh di atas target awal perusahaan yang hanya 14 persen.

Dengan capaian itu, Irwan Hidayat mengatakan, kebijakan yang ditetapkan Pemerintah memberi banyak pengaruh bagi keberlangsungan industri. Ia menegaskan, strategi efisiensi energi perusahaan tidak akan berubah di tengah dinamika regulasi PLTS atap. 

Sebagai wujud komitmen berkelanjutan, Sido Muncul berencana akan menambah kapasitas PLTS atap di fasilitas produksinya sekitar 1 megawatt (MW), menyesuaikan kebutuhan listrik perusahaan.

Baca juga: Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan, Perusahaan Jamu ini Raih Indonesia’s SDGs Action Awards 2025

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini