Ringkasan Berita:
- Rencana investasi Tynergy Group di Indonesia berawal dari pertemuan pada saat penyelenggaraan KTT G20 Bali tahun 2022
- Tynergy Group dan Quantum Luminous Indonesia juga telah melakukan rangkaian pertemuan dengan BP Batam
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Konsorsium perusahaan asal Amerika Serikat dan Jerman akan memulai pembangunan fasilitas industri semikonduktor, hilirisasi pasir silika, dan manufaktur kaca di Pulau Galang, Kepulauan Riau, pada awal 2026.
Konsorsium tersebut terdiri dari PT Quantum Luminous Indonesia, PT Terra Mineral Nusantara, serta Tynergy Group (PT Energy Tech Indonesia dan PT Essence Global Indonesia). Proyek ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja Green Renewable Energy and Smart-Eco Industrial Park.
"Langkah ini menandai komitmen kuat perusahaan-perusahaan tersebut untuk mempercepat realisasi investasi besar di sektor industri berbasis semikonduktor dan industri manufaktur kaca berteknologi tinggi di Indonesia," ujar Presiden Direktur PT Quantum Luminous Indonesia, Walter William Grieves, Selasa (2/12/2025).
Rencana investasi Tynergy Group di Indonesia berawal dari pertemuan pada saat penyelenggaraan KTT G20 Bali tahun 2022, melalui diskusi dengan Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita dan pertemuan yang difasilitasi oleh Kedutaan Besar Republik Indoinesia di Washington DC – USA saat itu, Rosan Roeslani Perkasa.
"Pada kesempatan tersebut, stakeholders menyampaikan minat mendalam untuk mendukung penguatan global supply chain dari industri semikonduktor dan program hilirisasi," kata Walter.
Penguatan melalui Nota Kesepahaman kerjasama pada saat penyelenggaraan Hannover Messe 2023.
Komitmen investasi antara Tynergy Group dengan Wiraraja Green Renewable Energy and Smart-Eco Industrial Park semakin kuat setelah penandatangan MOU pada saat penyelenggaraan Hannover Messe 2023 di Jerman.
Dalam pertemuan tersebut, konsorsium tersebut kembali menegaskan minatnya untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur strategis, melalui salah satu program strategis Pemerintah di bidang hilirisasi sumber daya alam.
Tynergy Group dan Quantum Luminous Indonesia juga telah melakukan rangkaian pertemuan dengan BP Batam, khususnya terkait kesiapan lahan, utilitas, dan dukungan infrastruktur bagi pembangunan pabrik semikonduktor untuk mendukung kebutuhan global chip dan elektronik; pabrik manufaktur solar cell dan wafer; dan pabrik hilirisasi pasir silika.
Total nilai investasi yang disiapkan diperkirakan mencapai 26,73 miliar dolar AS
Sebagai bagian dari percepatan realisasi proyek, perusahaan mendesak finalisasi seluruh proses perizinan agar konstruksi tahap pertama segera dimulai.
Percepatan izin dinilai penting untuk memastikan kepastian investasi, kesiapan rantai pasok, penyerapan tenaga kerja lokal, serta transfer teknologi dari perusahaan induk di Jerman.
Baca juga: Perusahaan Jepang Gabung Konsorsium Bangun Kabel Bawah Laut Candle Jepang–Indonesia
“Kami berencana memulai pembangunan pada awal 2026 setelah mendapat persetujuan dari BP Batam,” kata Walter. Konsorsium menargetkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029.
Baca tanpa iklan