Ringkasan Berita:
- Kementerian PU melibatkan tiga BUMN Karya dan TNI membersihkan sekolah terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang.
- Waskita, PP, dan WIKA fokus membersihkan ruang kelas, drainase, dan area pendukung.
- Alat berat dikerahkan untuk percepat pemulihan agar kegiatan belajar segera normal.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melibatkan tiga perusahaan BUMN yang bergerak di bidang karya untuk melakukan pembersihan sarana pendidikan di Kabupaten Aceh Tamiang usai bencana banjir bandang di Provinsi Aceh.
Selain BUMN Karya, ada juga dukungan tenaga dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk memulihkan kegiatan belajar mengajar di Aceh Tamiang.
Pembersihan sudah dimulai dengan mengerahkan personel dan alat berat secara masif.
BUMN Karya dan TNI dilibatkan agar penanganan pascabencana di Aceh Tamiang dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.
"Saat ini masih difokuskan pada pemulihan aksesibilitas, membersihkan kawasan terdampak, dan memastikan aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal,” kata Dody dikutip dari siaran pers pada Selasa (30/12/2025).
BUMN Karya yang terlibat ada PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Mereka melakukan pembersihan di sejumlah sekolah, antara lain SMP Swasta Islam Ma’arif, SD Negeri 1 Kuala Simpang, serta SMK Maimun Habsyah.
Pekerjaan difokuskan pada pembersihan ruang kelas, halaman sekolah, saluran drainase, dan area pendukung lainnya yang terdampak bencana.
Selanjutnya adalah PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. Mereka melakukan pembersihan di MIN 2 Aceh Tamiang, SMP Negeri 2 Karang Baru, serta SMK Negeri 3 Karang Baru.
Berikutnya adalah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Mereka melaksanakan pembersihan di SD Negeri 2 Karang Bundar dan SD Negeri 1 Karang Baru.
Untuk mendukung percepatan pekerjaan, dikerahkan berbagai peralatan seperti dump truck, wheel loader PC 200, excavator PC 75 dan PC 200, serta peralatan manual berupa sekop, plastik bag, alat sikat, alat pel, dan gerobak arko.
Baca tanpa iklan