Ringkasan Berita:
- Kolaborasi lintas sektor sebagai langkah yang realistis dan relevan untuk mendekatkan Indodax dengan penggunanya.
- Indodax mengenalkan aset kripto dengan cara yang lebih sederhana, menyenangkan, dan mudah diakses.
- Nilai transaksi aset kripto tercatat sebesar Rp 32,68 triliun pada Desember 2025.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Industri aset kripto bekerja sama dengan lintas industri sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap aset kripto.
Vice President Indodax Antony Kusuma mengatakan, kolaborasi dengan KFC Indonesia ditujukan untuk menghadirkan manfaat lebih kepada pengguna, sekaligus memperkenalkan aset kripto melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
"Lewat kolaborasi ini, kami ingin pengguna Indodax bisa merasakan manfaat lebih, bukan hanya dari sisi platform digital, tetapi juga melalui pengalaman yang relevan dengan keseharian, khususnya bagi generasi muda yang menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekosistem kripto," ujar Antony dalam keterangannya, Minggu (11/1/2026).
Baca juga: Metode Dollar Cost Averaging Mudahkan Masyarakat Berinvestasi Kripto
KFC dinilai memiliki relevansi yang kuat dengan pendekatan Indodax dalam mengenalkan aset kripto dengan cara yang lebih sederhana, menyenangkan, dan mudah diakses.
"Kami melihat kolaborasi lintas sektor seperti ini sebagai langkah yang realistis dan relevan untuk mendekatkan Indodax dengan penggunanya, sekaligus menunjukkan bahwa industri aset kripto dapat berkolaborasi dengan berbagai sektor dalam menciptakan nilai dan pengalaman baru," jelas Antony.
Transaksi Kripto
Tercatat, aktivitas aset kripto di Indonesia hingga November 2025 menunjukkan tren peningkatan dari sisi jumlah investor yang mencapai 19,56 juta orang.
Jumlah itu meningkat 2,5 persen dibandingkan posisi Oktober 2025 di angka 19,08 juta konsumen.
Sementara itu, nilai transaksi aset kripto tercatat sebesar Rp 32,68 triliun pada Desember 2025.
kemudian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan nilai transaksi kripto sepanjang 2025 mencapai Rp 482,23 triliun.
Baca tanpa iklan