News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Awal Tahun, Stok Beras Bulog Tembus 3,36 Juta Ton

Penulis: Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pekerja mengangkut beras di toko grosir CV Rejekiku di pertokoan Pasar Besar, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (25/11/2022). Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat, stok beras yang dikelola Perum Bulog per 12 Januari 2026 tercatat sebesar 3,36 juta ton

Ringkasan Berita:

  • Selain menjaga kecukupan cadangan, pemerintah juga terus melakukan penyaluran bantuan pangan dan intervensi pasar
  • Pemerintah terus memantau harga harian dan siap melakukan operasi pasar serta penyaluran beras SPHP jika diperlukan

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat, stok beras yang dikelola Perum Bulog per 12 Januari 2026 tercatat sebesar 3,36 juta ton.

Detailnya, stok tersebut terdiri dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekitar 3,23 juta ton dan stok komersial sekitar 129 ribu ton.

Dengan posisi cadangan tersebut, Direktur Distribusi Pangan Bapanas Rachmi Widiriani memastikan pemerintah akan memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa impor.

Baca juga: Zulkifli Hasan Setujui Margin Fee 7 Persen Distribusi Beras Satu Harga ke Bulog

"Fokus kami saat ini adalah menjaga kelancaran distribusi dan stabilitas harga di tingkat konsumen,” kata Rachmi dikutip dari siaran pers pada Selasa (13/1/2026).

Selain menjaga kecukupan cadangan, pemerintah juga terus melakukan penyaluran bantuan pangan dan intervensi pasar.

Per 12 Januari 2026 pukul 04.01 WIB, realisasi penyaluran Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng alokasi Oktober–November 2025 telah menjangkau 17,67 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) atau 96,71 persen dari total sasaran 18,27 juta PBP.

Sementara itu, total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.

Rachmi menjelaskan, meskipun pasokan nasional dalam kondisi kuat, pergerakan harga di pasar tetap dipengaruhi oleh sejumlah faktor.

Faktor itu seperti kelancaran distribusi, permintaan musiman, serta kondisi wilayah tertentu.

“Swasembada mencerminkan kemampuan negara dalam menjamin pasokan. Namun, harga di tingkat konsumen bisa berfluktuasi," kata Rachmi.

"Oleh karena itu, pemerintah terus memantau harga harian dan siap melakukan operasi pasar serta penyaluran beras SPHP jika diperlukan,” jelasnya.

Baca juga: Indonesia Swasembada Beras, Bulog Jajaki Ekspor Kelebihan Produksi ke Malaysia

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan capaian swasembada beras pada 7 Januari lalu.

Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa produksi beras sepanjang 2025 mencapai 34,71 juta ton.

Produksi tersebut surplus sekitar 3,52 juta ton dibandingkan kebutuhan konsumsi nasional sebesar 31,19 juta ton per tahun. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini