Ringkasan Berita:
- Indeks Haga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak di kisaran level support 7.500 dan resistance 8.400 di perdagangan Senin (2/2/2026).
- Sentimen MSCI dan downgrade masih membayangi namun demikian ada peluang IHSG melanjutkan technical rebound-nya.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Riset Surya Fajar Sekuritas, Raphon Prima memperkirakan Indeks Haga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak di kisaran level support 7.500 dan resistance 8.400 di perdagangan Senin (2/2/2026).
"Pelaku pasar bakal mencermati sentimen soal kebijakan lanjutan yang akan diambil oleh otoritas terkait dengan perbaikan aturan main pasar yang dikeluhkan oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI)," kata Raphon.
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana berpendapat IHSG berpeluang menguat dengan support 8.094 dan resistance 8.498,
"Kami memperkirakan sentimen MSCI dan downgrade masih membayangi namun demikian ada peluang IHSG melanjutkan technical rebound-nya," ucap Herditya dikutip Kontan.
Herditya menyarankan para investor agar mencermati saham PT Astra International Tbk (ASII) di level Rp 6.600-Rp 6.800, PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) pada target harga Rp 3.900-Rp 4.340 dan PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) dengan target Rp 710-Rp 750.
Baca juga: Mundurnya Petinggi BEI-OJK Pasca Jatuhnya IHSG Bisa Bingungkan Pasar
Dia juga menyarankan investor untuk mencermati sejumlah saham untuk pekan depan, antara lain saham Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dengan target harga di Rp 800, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) di Rp 2.400 dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan target harga di Rp 2.650 per saham.
Baca juga: Punya Pengalaman 20 Tahun di Pasar Modal, Friderica Yakin Bisa Jalankan Amanat Pjs Ketua OJK
Pada perdagangan Jumat, 30 Januari 2026 lalu IHSG ditutup menguat 97,40 poin atau 1,18 persen ke 8.329,60. Namun secara keseluruhan, pergerakan IHSG melemah sebesar 6,94 persen dalam sepekan kemarin.
Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp 1,53 triliun dengan total net sell oleh asing sekitar Rp 13,92 triliun.
Laporan Reporter: Rashif Usman | Sumber: Kontan
Baca tanpa iklan