TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Gubernur Jakarta Pramono Anung akan mengguyur insentif pajak untuk beberapa mal selama libur Lebaran 2026.
Insentif ini bertujuan agar pengusaha pusat perbelanjaan bisa memberi diskon kepada pengunjung, sehingga masyarakat bisa belanja lebih murah.
"Ketika tanggal 18 sampai dengan Idul Fitri, kami akan memberikan insentif pajak bagi beberapa pusat perbelanjaan, lalu mereka memberikan diskon supaya belanja di Jakarta menjadi lebih murah," kata Pramono ketika ditemui di acara Indonesia Economic Summit yang digelar di Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).
Baca juga: Prabowo Sentil Pramono di Rakornas 2026, Dukung Gubernur DKI meski dari PDIP: Nanti 2029 Terserah
Langkah tersebut diambil berkaca dari pengalaman Pemerintah Provinsi Jakarta pada saat libur Natal 2025.
Kala itu, insentif pajak dan pengoperasian pusat perbelanjaan hingga jam malam menghasilkan nilai transaksi di Jakarta mencapai Rp 15,2 triliun.
Capaian angka tersebut menjadi rekor baru bagi Jakarta.
"Itulah yang membuat Jakarta begitu menarik ketika Natal dan Tahun Baru kemarin," ujar Pramono.
Pada Desember lalu, Pramono pernah meminta seluruh pusat perbelanjaan memberikan diskon besar-besaran Natal dan Tahun Baru 2026.
Ia bahkan menawarkan insentif khusus, semakin besar diskon yang diberikan, semakin kecil pajak yang harus dibayar pengelola mal.
“Untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru yang akan sebentar lagi, saya melombakan semua pusat perbelanjaan untuk memberikan diskon yang sebesar-besarnya, yang diskonnya makin besar pajaknya makin murah,” ucap Pramono dalam sambutannya saat membuka Penganugerahan Penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2025, Kempinski, Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2025), dikutip dari Kompas.com.
Pramono menjelaskan, cara itu dilakukan demi menarik minat pengunjung sekaligus menjaga stabilitas inflasi.
Menurut dia, strategi itu terbukti efektif menahan laju inflasi.
Ia menargetkan inflasi Jakarta berada di kisaran 2,5 hingga 2,7 persen pada akhir tahun.
“Saya yakin kalau orang datang dengan diskon pasti lebih banyak, inflasinya tertahan. Inflasi di Jakarta kami menargetkan 2,5 sampai 2,7 dan saya yakin pasti akan tercapai,” ungkap dia
Baca tanpa iklan