Ringkasan Berita:
- Transportasi bahan berbahaya dan beracun (B3) memerlukan penanganan khusus, karena termasuk dalam kategori dangerous goods.
- Proses distribusi harus memenuhi standar tinggi dalam hal pengemasan, pelabelan dan manajemen risikonya.
- KAI Logistik telah memperoleh izin pengangkutan untuk 12 jenis dangerous goods (B3) di Indonesia.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Kereta Api Logistik mengoptimalkan aspek keamanan dan keselamatan dalam pengangkutan komoditas khusus, termasuk Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
Dwi Wulandari, VP of Corporate Secretary KAI Logistik, mengungkapkan, angkutan B3 memerlukan penanganan khusus, karena termasuk dalam kategori dangerous goods.
“Seluruh layanan angkutan B3 melalui kereta api dijalankan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan regulasi," kata Dwi dikutip Rabu (11/2/2026).
Hingga saat ini, KAI Logistik telah memperoleh izin pengangkutan untuk 12 jenis dangerous goods/B3 di antaranya Nitrogen, Amonia, Argon, Asam Sulfat, Etanol, Hidrogen Peroksida, Isopropil Alkohol, Natrium Hidroksida, Fenol, Karbon Dioksida, Heksana, Metanol.
Distribusi komoditas B3 di Indonesia diatur secara ketat melalui berbagai regulasi, termasuk Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun. Proses distribusi harus memenuhi standar tinggi dalam hal pengemasan, pelabelan, dan manajemen risiko.
Layanan angkutan B3 ini sekaligus memperkuat peran moda KA sebagai moda transportasi yang lebih berkelanjutan.
“Melalui layanan ini, KAI Logistik mendukung tujuan No. 9 Industri dan Infrastruktur, mendorong inovasi dalam sistem logistik nasional yang lebih modern dan efisien, tujuan No 11 terkait Kota Berkelanjutan dengan mengurangi potensi risiko distribusi bahan berbahaya di kawasan padat penduduk serta tujuan No. 13 (Aksi Iklim) dengan pengurangan emisi transportasi melalui pengalihan ke moda kereta api,” lanjut Dwi.
Baca juga: Angkutan Limbah B3 Melalui Kereta Api Tumbuh 37 Persen di 2025 Jadi 14,2 Ribu Ton
KAI Logistik berharap layanan ini dapat menjadi opsi pengangkutan yang andal dan berkelanjutan dalam mendukung berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur, farmasi, hingga energi.
Baca juga: LPKR Lakukan Pengalihan Limbah Non-B3 dan B3 untuk Ekonomi Sirkular
Sepanjang tahun 2025, KAI Logistik mencatatkan kinerja pengelolaan angkutan kontainer sebesar 2,5 juta ton angkutan kontainer termasuk di dalamnya komoditi B3/ Dangerous goods.
Capaian tersebut tumbuh sekitar 8 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar 2,3 juta ton.
Baca tanpa iklan