Ringkasan Berita:
- Indonesia memanfaatkan keketuaan di KTT D-8 2026 untuk memperluas jangkauan QRIS, sebagai upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai hub keuangan digital global.
- Mesir dan Turki jadi prioritas ekspansi karena besarnya populasi WNI dan mahasiswa Indonesia di sana, sehingga penggunaan QRIS akan sangat memudahkan transaksi lintas negara.
- Inisiatif ini bagian dari misi besar Indonesia di KTT D-8 Jakarta untuk meningkatkan konektivitas ekonomi dan memamerkan keberhasilan digitalisasi UMKM.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Indonesia siap memanfaatkan keketuaannya di organisasi Developing Eight (D-8) untuk "menginternasionalisasi" sistem pembayaran nasional, QRIS.
Langkah ambisius ini bertujuan memperluas aksesibilitas finansial digital Indonesia ke negara-negara anggota D-8, dengan target utama Mesir dan Turki.
Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemlu RI, Tri Tharyat, mengungkapkan bahwa momentum KTT D-8 di Jakarta pada April 2026 nanti adalah kesempatan emas bagi Indonesia untuk memperkuat penetrasi teknologi finansialnya.
Dalam diskusi bersama redaksi media di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Jumat (14/2/2026), Tri menyebutkan bahwa pemilihan Mesir dan Turki sebagai target ekspansi awal bukan tanpa alasan.
Faktor populasi WNI yang besar menjadi pertimbangan utama.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjajaki perluasan QRIS di antara negara D-8. Mesir dan Turki punya potensi besar karena banyaknya warga negara kita yang tinggal atau menempuh studi di sana," ujar Tri.
Selain memudahkan transaksi bagi WNI di luar negeri, langkah ini merupakan strategi besar untuk menjadikan Indonesia sebagai hub keuangan digital global.
Meski belum menjadi agenda formal tingkat kepala negara, pemerintah akan memulai dengan showcase keberhasilan QRIS sebagai sistem pembayaran yang efisien dan aman.
“Kita realistis, tidak berharap hasil langsung, tetapi setidaknya ada peta jalan integrasi ekonomi digital,” jelas Tri.
Baca juga: Kemlu Pastikan Ada Sesi Khusus Palestina di KTT D-8 Jakarta
Showcase Kesuksesan UMKM
Perluasan QRIS ini sejalan dengan agenda prioritas keketuaan Indonesia, yakni penguatan konektivitas dan ekonomi digital.
Pemerintah berencana menjadikan KTT nanti sebagai ajang pamer keberhasilan teknologi ini dalam memberdayakan sektor UMKM.
"Kita akan melakukan showcasing kisah sukses pemanfaatan QRIS bagi dunia usaha. Ini adalah bukti konkret bagaimana digitalisasi bisa mendorong pertumbuhan ekonomi," tambah Tri.
Tak hanya di sektor finansial, konektivitas ini juga merambah ke sektor transportasi.
Kementerian Perhubungan dikabarkan tengah menjajaki kolaborasi strategis dengan mitra-mitra di negara D-8 untuk memperkuat ekosistem kerja sama ini.
Tentang KTT D-8 Jakarta 2026
KTT D-8 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 15 April 2026 akan menjadi tonggak sejarah baru.
Sejak berdiri pada 1997, organisasi yang beranggotakan Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Turki, dan anggota terbaru Azerbaijan (2025) ini terus fokus pada ketahanan ekonomi.
Indonesia saat ini menjabat sebagai Ketua D-8 untuk kedua kalinya setelah periode 2006–2007.
Rotasi kepemimpinan dilakukan setiap dua tahun berdasarkan urutan alfabet bahasa Inggris.
Di bawah kepemimpinan Indonesia periode 2026–2027, tema yang diusung adalah:
"Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama."
Dalam masa keketuaannya, Indonesia mengusung lima prioritas utama:
- Integrasi ekonomi dan perdagangan.
- Pengembangan ekonomi halal.
- Ekonomi biru dan transisi hijau.
- Konektivitas dan kerja sama digital.
- Penguatan kelembagaan.
Gelaran ini akan diawali dengan pertemuan tingkat menteri luar negeri serta forum bisnis dan investasi guna memastikan kesepakatan yang diambil memiliki dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
Baca tanpa iklan