TRIBUNNEWS.COM – PT Telkom Akses meresmikan implementasi LENSA Invoice Material, sistem digital berbasis Robotic Process Automation (RPA) dan Optical Character Recognition (OCR) untuk mempercepat proses administrasi penagihan mitra material proyek secara end-to-end.
Peluncuran sistem ini menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan dalam mendukung transformasi digital PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) sekaligus memperkuat tata kelola bisnis berbasis teknologi.
LENSA Invoice Material yang merupakan singkatan dari Intelligent Vendor Input Document & Disbursement, mentransformasi proses penagihan material yang sebelumnya dilakukan secara manual menjadi sistem digital yang paperless, otomatis, dan terintegrasi. Sistem ini dirancang tetap mengedepankan prinsip kepatuhan terhadap regulasi.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Akses, Hery Sofiaji, mengatakan pengembangan sistem tersebut tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga penguatan tata kelola perusahaan.
Menurutnya, digitalisasi berbasis RPA dan OCR memungkinkan proses penagihan berjalan lebih cepat dan transparan, sekaligus menjaga prinsip compliance dalam setiap tahapan.
Baca juga: Jalur Beasiswa Telkom University 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Jadwal Seleksinya
Sebelum sistem ini diterapkan, proses administrasi proyek masih mengandalkan dokumen fisik, tanda tangan basah, serta alur verifikasi berlapis dari area hingga kantor pusat. Kondisi tersebut dinilai kerap memicu inefisiensi sumber daya, peningkatan biaya operasional, hingga keluhan mitra terkait lamanya proses pembayaran.
Melalui LENSA Invoice Material, seluruh proses kini dialihkan ke digital automation, mulai dari penerbitan purchase order, verifikasi dokumen, hingga pembayaran mitra. Teknologi RPA dimanfaatkan untuk menjalankan proses tanpa intervensi fisik, sementara OCR digunakan untuk membaca dan memvalidasi dokumen secara otomatis.
Implementasi sistem ini menghadirkan dampak terukur, antara lain efisiensi biaya operasional melalui penghematan cetak dan distribusi dokumen yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah per tahun. Selain itu, sirkulasi penandatanganan dokumen dipercepat hingga 3 x 24 jam melalui penerapan tanda tangan digital dan e-meterai.
Sistem ini juga dinilai mampu meningkatkan produktivitas sumber daya manusia dengan mengalihkan pekerjaan administratif ke aktivitas yang lebih strategis. Proses pembayaran yang lebih cepat dan terprediksi turut memperbaiki arus kas mitra serta meningkatkan indeks kepuasan kemitraan.
Direktur Business & Strategy Telkom Akses, Djoko Srie Handono, menilai LENSA Invoice Material menjadi instrumen penting dalam mempercepat siklus bisnis dan memperkuat kemitraan.
Menurut dia, proses penagihan yang terstandardisasi, terotomasi, dan transparan memungkinkan perusahaan meningkatkan efisiensi di fungsi procurement dan vendor management sekaligus membangun hubungan kemitraan yang lebih akuntabel dan berkelanjutan.
Setelah melalui tahap piloting sejak Januari 2025 dan evaluasi selama satu tahun, LENSA Invoice Material resmi diterapkan secara nasional kepada 102 mitra material mulai minggu kedua Januari 2026. Implementasi ini melibatkan kolaborasi lintas fungsi, termasuk unit IT, procurement, inventory, dan finance, serta mendapat dukungan manajemen TelkomGroup.
Dengan sistem ini, Telkom Akses menegaskan komitmennya dalam membangun tata kelola yang transparan, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus terus mengembangkan kapabilitas digital berbasis otomasi cerdas untuk menciptakan nilai tambah bagi TelkomGroup dan para mitra.
Baca tanpa iklan