News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Menkeu Purbaya Curhat Dimaki Netizen TikTok Gara-gara Rupiah Loyo

Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

NILAI TUKAR RUPIAH LOYO - Menteri Keuangan RI (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat jumpa pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan RI (Kemenkeu), Jakarta, Rabu (11/3/2026). Purbaya curhat sempat kena maki-maki warganet akibat nilai tukar rupiah sentuh Rp17.000.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan RI (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku dirinya mendapat cibiran atau makian dari warganet pengguna media sosial TikTok.

Kata dia, cibiran itu disampaikan oleh warganet merespons melemahnya nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.000 per dolar AS.

"Dari situ sih kita masih lumayan, walaupun di TikTok saya dimaki-maki orang katanya, 'hey Pak Purbaya, menteri keuangan, kerjanya apa aja lu, tuh rupiah lihatin,' tapi kita menilai harus dengan fair, apa yang terjadi dibandingkan juga dengan seluruh negara di dunia seperti apa," kata Purbaya saat jumpa pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan RI (Kemenkeu), Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Ambrol, Rocky Gerung: Menkeu Purbaya Tunjukkan Optimisme Palsu

Padahal menurut Purbaya, kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar masih cukup baik dibandingkan beberapa negara khususnya di Asia Tenggara.

Dimana, berdasarkan data pihaknya selama adanya konflik antara Amerika Serikat-Israel terhadap Iran penurunan terhadap nilai tukar rupiah hanya 0,3 persen.

Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan Malaysia yang menyentuh 0,5 persen dan Thailand 1,6 persen.

"Kalau Anda lihat itu, nilai tukar [rupiah terhadap] dolar AS, depresiasinya sejak perang [Israel-AS vs Iran], kita lihat terdepresi sebesar 0,3 persen. Jauh lebih baik dari mata uang negara-negara di sekeliling kita. Malaysia -0,5 persen, Thailand -1,6 persen, dan lain-lain. Jadi kita masih lumayan," ucap Purbaya.

Atas hal itu, Bendahara Negara RI tersebut meminta kepada seluruh pihak untuk tidak hanya melihat pada level nilai tukar rupiah semata.

Kata dia, Indonesia sejatinya masih cukup baik dalam menjaga kebijakan fiskal dan moneter di tengah konflik yang masih memanas hingga hari ini.

"Jadi bukan lihat levelnya aja, tapi kita lihat berapa dampak ke pelemahannya. Kita masih oke, artinya kita masih dianggap menjaga kebijakan fiskal dan moneter yang baik dan fondasi ekonomi kita yang baik," tandas dia.

 

 

 

 

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini