News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Arus Mudik Membludak, Layanan Penyeberangan ASDP Tetap Terkendali

Penulis: Lita Febriani
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ARUS MUDIK LEBARAN - Para penumpang penyeberangan menggunakan kapal milik ASDP selama periode mudik Lebaran 2026.

Ringkasan Berita:

  • Sejumlah jalur utama seperti Merak-Bakauheni hingga Ketapang-Gilimanuk menjadi tulang punggung pergerakan masyarakat.
  • Secara kumulatif, sejak H-8 hingga H+8 pukul 06.00 WIB, total penumpang di 15 lintasan pantauan nasional mencapai 4,72 juta orang, naik 6,6 persen

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lonjakan mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026 kembali terjadi dengan intensitas tinggi.

Menurut data Kementerian Perhubungan, moda penyeberangan mencatat pertumbuhan signifikan dengan melayani 5,52 juta penumpang atau meningkat 15,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi operator, termasuk PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), dalam menjaga kelancaran layanan di sejumlah lintasan strategis nasional.

Baca juga: Arus Balik Sumatera-Jawa Menguat, ASDP Antisipasi Lonjakan Pemudik di Akhir Pekan

Sejumlah jalur utama seperti Merak-Bakauheni hingga Ketapang-Gilimanuk menjadi tulang punggung pergerakan masyarakat.

Secara kumulatif, sejak H-8 hingga H+8 pukul 06.00 WIB, total penumpang di 15 lintasan pantauan nasional mencapai 4,72 juta orang, naik 6,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara jumlah kendaraan yang menyeberang tercatat 1,21 juta unit atau meningkat 8 persen.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo memastikan layanan tetap berjalan optimal meski terjadi peningkatan trafik yang cukup signifikan.

"Capaian kelancaran layanan serta distribusi trafik yang semakin merata, bahkan pada puncak arus, merupakan hasil dari kesiapan operasional yang telah dirancang secara komprehensif jauh sebelum periode Angkutan Lebaran dimulai. Optimalisasi armada yang didukung penguatan digitalisasi layanan menjadi kunci utama dalam menjaga kinerja penyeberangan tetap andal," tutur Heru melalui keterangan, Selasa (31/3/2026).

Berbagai strategi diterapkan untuk menjaga kelancaran arus, mulai dari pengaturan jadwal kapal berbasis kebutuhan harian, skema Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB), hingga penerapan buffer zone untuk mengurai kepadatan.

Selain itu, digitalisasi layanan melalui Ferizy serta kebijakan tarif juga turut membantu pemerataan distribusi perjalanan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan, keberhasilan penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak.

"Penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun ini merupakan kerja besar bersama, yang melibatkan koordinasi lintas sektor secara intensif, baik antar kementerian/lembaga, pemerintah daerah, operator transportasi, maupun seluruh pemangku kepentingan terkait lainnya. Kolaborasi ini menjadi kunci penting untuk memastikan masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dan arus balik dengan aman, selamat dan lancar," ujar Dudy.

Baca juga: H+3 Lebaran, ASDP Catat 327 Ribu Orang dan 89 Ribu Kendaraan dari Sumatra Kembali ke Pulau Jawa

Di sisi lain, dinamika juga terjadi setelah pembatasan kendaraan logistik sumbu tiga ke atas dicabut. Kondisi ini memicu lonjakan kendaraan barang di sejumlah pelabuhan utama, khususnya Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk, dengan antrean mencapai 3 hingga 10 kilometer.

"Pasca dibukanya kembali pembatasan tersebut, terjadi lonjakan signifikan kendaraan logistik yang masuk ke pelabuhan, khususnya di lintasan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk dengan kondisi antrian 3-10 kilometer. Kondisi ini berdampak pada peningkatan antrean kendaraan, namun tetap dalam kendali melalui penguatan manajemen operasional di lapangan," jelas Heru.

Untuk mengatasi hal tersebut, ASDP menambah frekuensi pelayaran dan armada, serta mengatur ritme kendaraan melalui buffer zone agar tidak mengganggu arus penumpang.

"Kami mengoptimalkan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB), menambah trip dan armada kapal, serta melakukan pengendalian ritme kendaraan melalui buffer zone. Langkah ini dilakukan untuk memastikan arus kendaraan logistik tetap terlayani dengan baik tanpa mengganggu kelancaran arus penumpang," ungkap Heru.

Sementara itu, arus balik dari Sumatera ke Jawa tercatat hampir sepenuhnya terdistribusi. Hingga H+8, sebanyak 814.821 penumpang telah kembali atau setara 99 persen dari total saat arus mudik.

Untuk kendaraan, jumlah yang kembali mencapai 218.822 unit atau sekitar 100 persen dari total keberangkatan. ASDP akan terus melakukan evaluasi guna meningkatkan kualitas layanan ke depan.

"Sebagai penghubung vital dalam sistem transportasi nasional, kami berkomitmen untuk terus menjaga kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan layanan, sekaligus menghadirkan pengalaman penyeberangan yang prima bagi seluruh masyarakat," kata Heru.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini