News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Hadapi Gejolak Global, PHE Perkuat Hulu Migas dan Energi Rendah Karbon

Penulis: Lita Febriani
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENGUATAN SEKTOR ENERGI - (kedua dari kanan) Direktur Utama PHE Awang Lazuardi dalam forum Leadership Dialogue Offshore Technology Conference (OTC) Asia 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (31/3/2026).

 

TRIBUNNEWS.COM, KUALA LUMPUR - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global yang kian meningkat, sehingga memengaruhi stabilitas pasokan minyak dan gas dunia.

Direktur Utama PHE Awang Lazuardi mengatakan, energi berbasis hidrokarbon masih menjadi tulang punggung dalam memenuhi kebutuhan energi dunia, meski upaya pengurangan emisi karbon tetap menjadi agenda global yang harus dijalankan secara paralel.

Baca juga: PHE Tutup 2025 dengan Temuan Migas Baru di Wilayah Kerja Mahakam

"Di tengah ketidakpastian geopolitik dan volatilitas pasar energi global, prioritas utama industri adalah memastikan keamanan pasokan energi (security of supply) yang andal, terjangkau, dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, sektor hulu migas tetap memiliki peran krusial sebagai fondasi ketahanan energi, sekaligus menjembatani transisi menuju energi rendah karbon," tutur Awang dalam keterangan resmi, Kamis (2/4/2026).

Untuk menjawab tantangan tersebut, PHE mengusung strategi pertumbuhan ganda atau dual growth strategy. Pendekatan ini mengombinasikan penguatan bisnis hulu migas dengan pengembangan energi rendah karbon sebagai bagian dari transformasi jangka panjang perusahaan.

Di sektor migas, PHE terus menggenjot produksi melalui pemanfaatan teknologi canggih, pengembangan lapangan secara organik, penerapan Enhanced Oil Recovery (EOR), eksplorasi, hingga pengembangan Migas Non Konvensional (MNK).

Bukan hanya itu, sekarang perusahaan juga aktif melakukan akuisisi aset strategis guna menjaga keberlanjutan produksi.

PHE juga menekankan pentingnya kolaborasi sebagai kunci dalam menghadapi kompleksitas industri migas saat ini.

Perusahaan membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, terutama untuk proyek yang memiliki tantangan teknis dan keekonomian tinggi.

Di sisi lain, pengembangan energi rendah karbon turut menjadi fokus perusahaan. PHE mendorong inisiatif Carbon Capture and Storage (CCS) serta Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) sebagai solusi untuk mendukung transisi energi yang lebih ramah lingkungan. 

Saat ini, proyek CCS/CCUS dinilai paling efektif jika terintegrasi dengan pengembangan lapangan migas. Lebih jauh, PHE memandang kolaborasi lintas sektor sebagai elemen penting dalam menciptakan sistem energi yang tangguh.

Sinergi antara pelaku industri, pemerintah, akademisi, hingga masyarakat dinilai diperlukan untuk menjawab tantangan energi secara menyeluruh.

Baca juga: Sumur PPC-01 Lampaui Target, PHE Jambi Merang Tutup 2025 dengan Tambahan Produksi Migas

Melalui strategi yang menyeimbangkan kebutuhan energi saat ini dan masa depan, PHE menegaskan posisinya sebagai mitra strategis dalam menjaga pasokan energi sekaligus mendukung target dekarbonisasi, baik di tingkat nasional maupun regional.

Selain itu, perusahaan juga memastikan operasional bisnis berjalan sesuai prinsip Environmental, Social and Governance (ESG). PHE menegaskan komitmen Zero Tolerance on Bribery melalui penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berstandar ISO 37001:2016 guna mencegah praktik fraud dan menjaga integritas perusahaan.

Keseluruhan komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama PHE Awang Lazuardi dalam forum Leadership Dialogue Offshore Technology Conference (OTC) Asia 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (31/3/2026).

Forum tersebut mengangkat peran penting Asia dalam menjaga keseimbangan pasokan energi global di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan tekanan geopolitik.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini