Ringkasan Berita:
- Ekosistem ini juga dirancang agar dapat menjembatani kesenjangan (gap) antara dunia pendidikan khususnya vokasi dengan kebutuhan nyata industri terutama ekosistem UMKM di Indonesia.
- Dalam tahap awal ini, Akuntara akan menjalankan 'pilot project' yang melibatkan 50 talenta vokasi terpilih guna menangani administrasi transaksi.
- Melatih lulusan vokasi agar memiliki standar kompetensi global dalam administrasi pajak.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lanskap perpajakan Indonesia tengah bersiap menghadapi transformasi besar dengan implementasi penuh Coretax System.
Menanggapi perubahan masif ini, Pakar Perpajakan, Donny menginisiasi sebuah ekosistem transaksi digital berbasis Artificial Intelligence (AI) bernama Akuntara (Akuntansi Nusantara Solution).
Ekosistem ini juga dirancang agar dapat menjembatani kesenjangan (gap) antara dunia pendidikan khususnya vokasi dengan kebutuhan nyata industri terutama ekosistem UMKM di Indonesia. Akuntara secara resmi akan memulai operasionalnya pada Juni 2026.
Baca juga: Komisi XI DPR Desak Pemerintah Audit Coretax, Jangan Sampai Ganggu Penerimaan Negara
"Rencananya, pada kick-off Akuntara di bulan Juni 2026 nanti akan diperkenalkan secara simbolis Akuntara system sekaligus sebagai tanda mulai beroperasinya Akuntara Ecosystem Center," ujar Donny dalam pernyataannya yang diterima Tribun, Rabu(15/4/2026).
Managing Director Tax Department Allinial Global Indonesia ini juga menjelaskan Akuntara adalah sebuah pusat kendali kegiatan yang juga merupakan pusat tumbuh bagi lulusan SMK Akuntansi dan SMA jurusan IPS.
Dalam tahap awal ini, Akuntara akan menjalankan 'pilot project' yang melibatkan 50 talenta vokasi terpilih guna menangani administrasi transaksi dan kepatuhan pajak bagi 250 UMKM di bawah bimbingan langsung para konsultan senior. Langkah ini bertujuan untuk mensimulasikan penerapan sistem Akuntara dan CoreTax yang selaras dengan praktik dunia kerja nyata.
“Teknologi AI dan sistem CoreTax bukan untuk ditakuti, melainkan untuk diadopsi. Melalui kick-off di bulan Mei nanti, kami ingin membuktikan bahwa lulusan SMK dan SMA tidak hanya belajar teori, tetapi mampu menjadi operator garis depan dalam ekosistem transaksi digital Indonesia,” ujar Donny.
Berdasarkan pengalaman lebih dari 19 tahun di dunia konsultan dan latar belakang sebagai alumni STAN serta mantan praktisi Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Donny juga melihat adanya tantangan besar bagi lulusan vokasi dalam memasuki dunia kerja yang kini semakin terotomasi.
Dengan tagline “Bridging the Gap: Transforming Vocational Accounting Talents for Indonesia’s SME Ecosystem”, Akuntara fokus pada dua misi utama:
- Transformasi Talenta: Melatih lulusan vokasi agar memiliki standar kompetensi global dalam administrasi pajak, kepabeanan, hingga manajemen devisa.
- Efisiensi UMKM: Menyediakan ekosistem pencatatan transaksi yang efektif dan efisien bagi pelaku usaha, memastikan kepatuhan pajak mereka selaras dengan regulasi terbaru secara tepat waktu.
Sebagai pemimpin di Allinial Global Indonesia dan Partner di CV Maju Sukses Bersama (MSB), Donny juga membawa metodologi konsultasi kelas dunia.
Keahliannya dalam cross-border transaction, manajemen kepabeanan (DJBC) serta jaringan kuat di regulator menjadi pondasi kokoh bagi Akuntara untuk menjadi solusi komprehensif.
“Kami ingin memastikan bahwa investasi besar pemerintah dalam sistem CoreTax didukung oleh ketersediaan tenaga kerja terampil di tingkat akar rumput. Akuntara hadir untuk memastikan lulusan SMK kita menjadi pemain utama dalam transformasi ekonomi digital ini,” tutup Donny.
Baca tanpa iklan