News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pembibitan Biomassa Berbasis Digital Didorong untuk Perkuat Transisi Energi Nasional

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRANSISI ENERGI - Program Electrifying Agriculture di Kelurahan Gombang, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

Ringkasan Berita:

  • Program Electrifying Agriculture menerapkan sistem penyiraman otomatis berbasis IoT untuk meningkatkan efisiensi pembibitan tanaman energi di Gunungkidul.
  • Tanaman indigofera dan kaliandra dikembangkan sebagai biomassa campuran batubara pada skema cofiring PLTU guna mendukung transisi energi dan pengurangan emisi.
  • Program ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pengembangan rumah bibit modern dan pemanfaatan produk turunan tanaman energi.

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama PT PLN (Persero mendorong modernisasi pembibitan tanaman biomassa berbasis digital untuk mendukung transisi energi, pengurangan emisi, hingga peningkatan ekonomi daerah.

Hal tersebut dijalankan melalui program Electrifying Agriculture, satu di antaranya di Kelurahan Gombang, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Biomassa merupakan bahan organik terbarukan yang berasal dari organisme hidup, seperti tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme, yang dapat digunakan sebagai sumber energi.

Baca juga: Tarif Listrik Naik Tanpa Pemberitahuan, PLN: Hoaks, Berikut Daftar Resminya

“Program ini dirancang untuk mendorong modernisasi sektor pembibitan berbasis masyarakat melalui pemanfaatan energi listrik dan teknologi digital sehingga lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan,” ujar Sekretaris Perusahaan PT PLN Energi Primer Indonesia, Mamit Setiawan dikutip Sabtu (9/5/2026).

Melalui penerapan sistem penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT), kata Mamit, proses pemeliharaan bibit dapat dilakukan secara terjadwal dan dikendalikan melalui perangkat ponsel.

Menurutnya, teknologi ini dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air, mengurangi beban kerja manual, serta menghasilkan bibit dengan kualitas yang lebih terjaga.

PLN EPI mengembangkan rumah pembibitan tanaman energi seperti indigofera dan kaliandra yang nantinya digunakan sebagai biomassa campuran batubara dalam skema cofiring PLTU.

"Program ini juga berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca sekaligus mendukung ketahanan energi nasional," paparnya.

Rumah bibit tersebut dikelola Gapoktan Tani Mulya dengan dukungan sistem digitalisasi penyiraman, instalasi listrik, hingga pelatihan pengelolaan rumah bibit modern. 

Baca juga: Mati Listrik Jakarta, DPR Minta PLN Buka Data Gangguan

Panewu Kapanewon Ponjong, Asih Tri Wahyuni mengatakan, program tersebut relevan dengan kondisi lahan di wilayah Gunungkidul yang didominasi kawasan kering dan lahan kritis dan membutuhkan inovasi dalam pengelolaan pertanian.

“Pendampingannya tidak hanya berhenti pada program, tetapi juga sampai masyarakat mampu mandiri mengelola rumah bibit,” ujarnya.

Ia menyebut manfaat program mulai dirasakan masyarakat. Selain untuk tanaman energi, daun indigofera juga mulai dimanfaatkan warga sebagai bahan pewarna alami untuk eco print.

Sementara itu, Manager PLN UP3 Jogja dan Wonosari Agung Pratomo menilai pengembangan biomassa berbasis masyarakat menjadi model kolaborasi yang dapat menjaga keberlanjutan energi nasional.

“Tanaman energi ini nantinya digunakan sebagai campuran bahan bakar batubara di PLTU melalui cofiring. Jadi masyarakat ikut berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan energi,” ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini