Ringkasan Berita:
- Presiden RI Prabowo Subianto sore tadi memanggil sejumlah menteri dan kepala lembaga ekonomi ke Istana Negara di tengah kemerosotan rupiah.
- Purbaya mengaku belum mengetahui agenda pertemuan dengan Presiden di Istana.
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan dia dipanggil untuk membahas energi dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan kepala lembaga ekonomi ke Istana Negara, Jakarta, di tengah pelemahan rupiah yang menyentuh angka Rp17.600 per dolar AS, Senin sore, 18 Mei 2026.
Pantauan Tribunnews di lokasi, sejumlah pejabat yang dipanggil di antaranya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi Rosan Roeslani, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, dan Gubernur BI Perry Warjiyo, dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Purbaya mengatakan belum mengetahui secara pasti apa yang akan menjadi pembahasan bersama Presiden Prabowo. “Belum tahu saya, saya diundang saja nih. Nanti saja habis meeting baru kita ngomong,” ujar Purbaya.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan dia dipanggil untuk membahas energi dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt. “Salah satu di antaranya juga ada terkait dengan PLTS 100 gigawatt,” kata Bahlil.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS semakin loyo pada Senin (18/5/2026) pagi mencapai level Rp17.671 per dolar AS.
Baca juga: Gubernur BI Yakinkan DPR, Rupiah Akan Kembali Menguat di Juli 2026
Di sejumlah money changer di Jakarta, dolar ditransaksikan beragam. Di salah satu money changer di Blok M dolar dijual Rp17.750.
Ada juga yang melepas dolar AS di level Rp17.580. Di sebuah money changer di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, dolar ditawarkan Rp17.670.
Baca tanpa iklan