News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Indeks Harga Saham Gabungan

IHSG 8 Juni 2026 Ditutup Ambruk 4,52 Persen ke Level 5.342, BBCA jadi 4.850

Penulis: Bobby W
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI BANK BCA - Tampak depan menara PT Bank Central Asia (BCA) 19 November 2024. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan hari Senin (8/6/2026) ditutup melemah signifikan sebesar 252.63 poin atau turun 4,52 persen dan terperosok ke level 5.342,14.  PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan nilai transaksi yang sangat tinggi sebesar 3,96 triliun rupiah, namun harga sahamnya tertekan hebat di tengah sentimen negatif pasar ke level 4.850. 

 

TRIBUNNEWS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan hari Senin (8/6/2026) dengan tekanan jual yang sangat dalam.

Indeks komposit IHSG hari ini ditutup melemah signifikan sebesar 252.63 poin atau turun 4,52 persen dan terperosok ke level 5.342,14. 

Penurunan tajam ini menandai sentimen negatif yang mendominasi pasar sepanjang hari, dengan nilai transaksi harian yang melonjak hingga mencapai 24,05 triliun rupiah.

Analisis Pergerakan Indeks

Pergerakan grafik IHSG menunjukkan tren penurunan yang konsisten sejak pembukaan pasar hingga penutupan perdagangan.

Tidak ada upaya berarti dari indeks untuk kembali ke zona hijau setelah tekanan jual mulai mendominasi sejak pagi hari.

Area bayangan merah yang luas pada grafik mencerminkan besarnya tekanan yang membuat indeks terus tertekan di bawah level pembukaan, yang menandakan aksi jual masif dilakukan secara meluas oleh para pelaku pasar sepanjang hari ini.

Penurunan IHSG yang mencapai 4,52 persen ini juga tidak terlepas dari aksi jual besar-besaran pada saham-saham yang menjadi penggerak indeks utama.

Saham-saham sektor perbankan menjadi pusat tekanan jual. 

Sebagai contoh,  PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)  mencatatkan nilai transaksi yang sangat tinggi sebesar 3,96 triliun rupiah, namun harga sahamnya tertekan hebat di tengah sentimen negatif pasar ke level 4.850. 

Begitu pula dengan BBRI yang mencatatkan nilai transaksi 2,36 triliun rupiah tapi tertekan ke level 2.590, menunjukkan bahwa investor besar melakukan pelepasan aset secara masif.

Baca juga: Sesi 1 IHSG 8 Juni 2026 Ambles 2,87 Persen, Saham BBCA Jebol Level 5.000

Koreksi di Berbagai Indeks Acuan

Kondisi pelemahan yang terjadi tidak hanya memukul IHSG secara umum, melainkan juga menekan indeks-indeks acuan lainnya secara merata.

Pada indeks LQ45 yang mencakup saham-saham paling likuid, koreksi terjadi secara lebih dalam dengan penurunan sebesar 5,50 persen atau setara 30.,7 poin ke posisi 527,08. 

Begitu pula dengan indeks syariah ISSI yang harus terkoreksi hingga 5,11 persen ke level 184,61. 

Tekanan jual yang luas ini menyebabkan mayoritas indeks sektoral berada dalam posisi merah, mencerminkan ketidakpastian yang dirasakan oleh investor di hampir seluruh sektor usaha.

Analisis Mendalam Saham Teraktif

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini