TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, telah menambah beban pengeluaran masyarakat hingga pengusaha menunda investasi maupun ekspansinya.
Perdagangan Senin (8/6/2026), rupiah ditutup turun 151 poin ke level Rp18.187 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp18.036 per dolar AS.
Bahkan selama perdagangan kemarin, rupiah sempat melemah hingga 200 poin.
Baca juga: Kunjungan Masyarakat ke Mal Masih Ramai Saat Rupiah Melemah, APPBI: Sekarang Belanjanya yang Murah
Atas pelemahan kurs rupiah, harga oli dan berbagai suku cadang kendaraan mengalami kenaikan secara bertahan sejak bulan lalu.
Pemilik bengkel di Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Jawa Barat, Dadan Ridwan (47), mengatakan, harga onderdil mengalami kenaikan sekitar 10 persen, sedangkan harga oli naik hingga 75 persen imbas melemahnya nilai tukar rupiah.
"Harga oli sudah naik sebanyak empat kali. Sebelumnya yang paling murah hanya sekitar Rp40 ribu, kalau sekarang sudah mencapai Rp60 ribu," ujar Dadan saat ditemui di bengkelnya, dikutip dari TribunJabar, Selasa (9/6/2026).
Dadan berharap harga oli dan suku cadang kendaraan dapat kembali stabil agar tidak semakin membebani konsumen dan menekan omzet bengkel.
"Semoga harga bisa stabil lagi. Kasihan konsumen kalau naik terus. Bukan tidak mungkin omzet juga bisa menurun," ucap Dadan.
Keluhan serupa juga disampaikan karyawan bengkel lain di Ciwastra, Abdul Gani (36). Ia mengatakan, harga oli terus mengalami kenaikan secara bertahap sejak dua bulan terakhir.
"Harga oli naik antara Rp5 ribu sampai Rp15 ribu. Kenaikannya terjadi setiap dua minggu sekali. Kalau sebelumnya yang paling murah Rp57 ribu sekarang telah mencapai Rp80 ribu," katanya.
Selain oli, Abdul menyebut harga aki mobil naik sekitar Rp40 ribu hingga Rp50 ribu, sedangkan aki motor naik antara Rp10 ribu hingga Rp15 ribu.
"Kalau onderdil belum naik banget, cuma ada beberapa itu juga tidak terlalu tinggi," ucap Abdul Gani.
Harga Kedelai Melonjak
Seorang pengusaha tempe di Kampung Mekarsari, Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Ghufron, mengeluhkan penjualan yang menurun akibat adanya kenaikan harga tempe.
Baca tanpa iklan