News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Indeks Harga Saham Gabungan

Sesi 1 IHSG 9 Juni 2026 Ditutup Menguat 4,82 Persen ke Level 5.599,74

Penulis: Bobby W
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI IHSG - Pengunjung mengoperasionalkan HP dengan backround layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (21/5/2024). Pasar modal Indonesia pada Selasa ini (9/6/2026) akhirnya menunjukkan performa gemilang pada perdagangan sesi pertama.

Jajaran saham perbankan berkapitalisasi besar (big caps) bersama dengan sektor infrastruktur dan energi mendominasi daftar saham paling diincar oleh investor.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) misalnya, sukses membukukan penguatan 4,12 persen hingga harganya merangkak naik ke posisi Rp 5.050 per lembar. 

Saham ini juga tercatat sebagai salah satu yang paling aktif diburu dengan frekuensi transaksi mencapai 117.342 kali (tertinggi kedua).

Di sektor telekomunikasi, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga tidak kalah beringas.

TLKM sendiri pada sesi pertama ini mengalami lonjakan sebesar 8,94 persen yang membawanya bertengger di harga Rp 2.560, serta ditransaksikan secara aktif sebanyak 45.599 kali.

Gairah beli yang tinggi turut merambah emiten tambang pelat merah.

Terbukti dari saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang terbang 11,86 persen ke level Rp 2.830 dengan frekuensi transaksi yang cukup padat, yakni mencapai 46.461 kali.

Baca juga: Koordinator Debt Collector Menyerahkan Diri, Tersangka Pengeroyokan Brimob Kini Jadi Lima

Sementara itu, dari sektor petrokimia, pergerakan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) tampil sangat fenomenal.

Saham ini berhasil menduduki peringkat pertama sebagai saham paling aktif dengan frekuensi transaksi tembus 199.006 kali, disusul oleh roketan harga yang tajam sebesar 8,41 persen hingga menyentuh harga Rp 1.740.

Perputaran modal yang cepat pada saham-saham raksasa ini menjadi indikasi kuat bahwa akumulasi beli dari investor institusi maupun asing sangat agresif, membawa pasar masuk ke dalam fase momentum tebal yang amat menjanjikan.

(Tribunnews.com/Bobby)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini