News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Indeks Harga Saham Gabungan

Sesi 1 IHSG 9 Juni 2026 Ditutup Menguat 4,82 Persen ke Level 5.599,74

Penulis: Bobby W
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI IHSG - Pengunjung mengoperasionalkan HP dengan backround layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (21/5/2024). Pasar modal Indonesia pada Selasa ini (9/6/2026) akhirnya menunjukkan performa gemilang pada perdagangan sesi pertama.

Ringkasan Berita:

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah dan menguat tajam sebesar 4,82 persen (naik 257,6 poin) ke level 5.599,74 pada jeda siang perdagangan 9 Juni 2026.
  • Melajunya IHSG juga diikuti oleh indeks utama lainnya, di mana IDX LQ45 melesat 5,62 persen dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melonjak 4,38 persen.
  • Saham-saham berkapitalisasi besar seperti TPIA, BBCA, ANTM, dan TLKM menjadi incaran utama investor dengan akumulasi beli yang sangat agresif dan frekuensi transaksi tinggi.

 

TRIBUNNEWS.COM - Setelah bertubi-tubi ditutup dengan grafik memerah, pasar modal Indonesia pada Selasa ini (9/6/2026) akhirnya menunjukkan performa gemilang pada perdagangan sesi pertama.

Hal ini terjadi setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan lonjakan yang sangat signifikan dengan menguat sebesar 257,6 poin atau meningkat 4,82 persen. 

Berkat kenaikan yang masif ini, indeks kini nyaman bertengger di level 5.599,74 pada jeda siang.

Pergerakan ini menandai salah satu hari perdagangan paling bergairah sepanjang tahun berjalan.

Penguatan tajam ini langsung disambut baik oleh para pelaku pasar yang melihat adanya sinyal pemulihan ekonomi yang kuat dan kembalinya kepercayaan investor di lantai bursa.

Tren Kenaikan dan Indikator Pasar

Melihat dari dinamika pergerakan yang terekam pada grafis bursa, terlihat jelas adanya garis tren yang menanjak secara curam dan konsisten sejak awal pembukaan perdagangan pagi hari.

Garis indikator utama tersebut terus bergerak kuat ke arah atas tanpa mengalami pelemahan atau koreksi yang berarti hingga memasuki jeda siang.

Pola grafik yang bergerak agresif ini memvisualisasikan dengan sempurna besaran penguatan indeks yang terjadi secara nyata di lantai bursa.

Pergerakan impresif serupa juga menular kencang pada indeks-indeks acuan lainnya.

Indeks IDX LQ45 yang berisi jajaran saham paling likuid terpantau melesat tajam dengan kenaikan 5,62 persen dan mantap berada di level 556,72. 

Tidak ketinggalan, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turut menorehkan apresiasi positif dengan lonjakan sebesar 4,38 persen ke posisi 192,70. 

Baca juga: Direstui Pemegang Saham, Emiten IBST akan Keluar dari Bursa Efek Indonesia, Tawarkan Harga Rp5.400

Melajunya kedua indeks ini secara searah dan seirama dengan IHSG mengonfirmasi bahwa jajaran saham unggulan serta saham berbasis syariah menyala terang, mengambil peran vital sebagai lokomotif utama penarik bursa hari ini.

Bentuk kurva volume perdagangan yang solid juga menunjukkan bahwa reli panjang ini didukung penuh oleh likuiditas yang melimpah, sekaligus menepis kekhawatiran akan adanya fluktuasi semu.

Deretan Saham Paling Aktif di Sesi Pertama

Lonjakan masif IHSG hingga menembus level 5.599,74 ini ditopang kuat oleh pergerakan super aktif sejumlah saham yang menjadi motor penggerak utama bursa. 

Jajaran saham perbankan berkapitalisasi besar (big caps) bersama dengan sektor infrastruktur dan energi mendominasi daftar saham paling diincar oleh investor.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) misalnya, sukses membukukan penguatan 4,12 persen hingga harganya merangkak naik ke posisi Rp 5.050 per lembar. 

Saham ini juga tercatat sebagai salah satu yang paling aktif diburu dengan frekuensi transaksi mencapai 117.342 kali (tertinggi kedua).

Di sektor telekomunikasi, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga tidak kalah beringas.

TLKM sendiri pada sesi pertama ini mengalami lonjakan sebesar 8,94 persen yang membawanya bertengger di harga Rp 2.560, serta ditransaksikan secara aktif sebanyak 45.599 kali.

Gairah beli yang tinggi turut merambah emiten tambang pelat merah.

Terbukti dari saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang terbang 11,86 persen ke level Rp 2.830 dengan frekuensi transaksi yang cukup padat, yakni mencapai 46.461 kali.

Baca juga: Koordinator Debt Collector Menyerahkan Diri, Tersangka Pengeroyokan Brimob Kini Jadi Lima

Sementara itu, dari sektor petrokimia, pergerakan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) tampil sangat fenomenal.

Saham ini berhasil menduduki peringkat pertama sebagai saham paling aktif dengan frekuensi transaksi tembus 199.006 kali, disusul oleh roketan harga yang tajam sebesar 8,41 persen hingga menyentuh harga Rp 1.740.

Perputaran modal yang cepat pada saham-saham raksasa ini menjadi indikasi kuat bahwa akumulasi beli dari investor institusi maupun asing sangat agresif, membawa pasar masuk ke dalam fase momentum tebal yang amat menjanjikan.

(Tribunnews.com/Bobby)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini