News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

IDI Minta Dokter yang Tak Ada APD Tidak Layani Pasien Corona

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI: Tim medis menggunakan APD lengkap saat menunjukan ruang isolasi pasien corona di RSU dr Slamet Garut, beberap waktu lalu (KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANG)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Ketua Umum Persatuan Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Daeng Faqih mengeluarkan edaran agar dokter tidak melayani pasien jika tidak memiliki alat pelindung diri (APD).

"Iya benar adanya edaran tersebut," kata Daeng kepada Tribunnews.com, Jumat (27/3/2020).

Adapun detil surat tersebut menekankan tentang tata laksana kepada seluruh dokter yang saat ini bertugas ditengah pandemi virus corona (COVID-19).

Dengan kondisi seperti ini APD sangat penting karena adanya kemungkinan setiap pasien yang diperiksa berisiko terjangkit COVID-19.

Baca: Ramalan Zodiak Sabtu 28 Maret 2020: Scorpio Buang Pikiran Negatif, Taurus Merasa Tidak Nyaman

Baca: Piala AFF U-16 Ditunda, Program Latihan Timnas Indonesia Direvisi

Baca: Daftar Harga iPhone Terbaru Akhir Maret 2020: iPhone 11 Pro mulai Rp 20 Juta hingga Rp 28 Jutaan

"Dalam kondisi wabah saat ini kemungkinan setiap pasien yang kami periksa adalah orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP) atau pasien COVID-19," ungkap Daeng.

Kemudian pentingnya APD ini juga memperhatikan angka tenaga kesehatan yang tertular bahkan meninggal saat melayani pasien COVID-19.

"Jumlah tenaga kesehatan yang terjangkit COVID-19 semakin meningkat bahkan sebagian meninggal dunia. Setiap tenaga kesehatan berisiko tertular COVID-19 " ucap Daeng.

Melihat poin-poin tersebut, IDI meminta kepada pemerintah untuk memastikan ketersediaan APD agar seluruh dokter bisa melayani seluruh pasien yang datang.

"Kami meminta terjaminnya APD yang sesuai untuk setoap tenaga kesehatan. Bila hal ini tidak terpenuhi maka kami meminta kepada anggota profesi kami untuk sementara tidak ikut melakukan perawatan penanganan pasien COVID-19 demi melindungi dan menjaga keselamatan sejawat," tegas Daeng.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini