News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Gugus Tugas Sebut Rapid Test Antibodi Miliki Kelemahan dalam Mendeteksi Covid-19

Penulis: Reza Deni
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas medis mengambil sample darah warga yang melakukan Rapid Test Drive Thru Covid-19 di Kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (4/5/2020). Dinas Kesehatan Provinsi Banten melaksanakan Rapid Tes Drive Thru yang diikuti 2400 orang selama 4 hari dengan tujuan memutus rantai penyebaran Covid-19. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan soal tes cepat (rapid test) yang ramai dilakukan untuk mendeteksi virus corona.

"Rapid test atau rapid diagnostic test (RDT)ini ada dua, RDT antibodi, jadi mengetes adanya antibodi di dalam tubuh. Kemudian satunya lagi adalah RDT antigen, tapi jumlah RDT antigen di dunia ini sangat sedikit, jadi yang sering dipakai adalah RDT antibodi," kata Wiku di kantor pusat BNPB, Jakarta Timur, Selasa (5/5/2020).

Baca: Didi Kempot Meninggal, Gofar Hilman: Kita Kehilangan Culture Merayakan Patah Hati

RDT antibodi yang marak digunakan masyarakat ini, dikatakan Wiku, memang cepat dalam mendiagnosis yang diperiksa. Namun, Wiku menyebut ada kelemahannya.

"Tetapi rapid test ini memiliki kelemahan juga, bisa cepat tapi punya kelemahan. sensitivitas dan spesifisitasnya tidak tinggi, sekitar 60-80 persen," lanjutnya.

Sehingga akibatnya, dilanjutkan Wiku, bisa saja sensitif menemukan sesuatu yang positif.

Baca: Jumlah Pengangguran Naik, Capai 6,88 Juta Orang Per Februari 2020

"Tetapi kalau tidak spesifik, setelah dites dengan yang gold standard tadi itu, RT-PCR, bisa saja hasilnya lain," lanjutnya.

Adapun RDT antibodi, Wiku menjelaskan, bisa mendeteksi adanya antibodi terhadap covid yang telah muncul di penderita.

Biasanya antibodi itu muncul setelah orang tersebut terpapar, terinfeksi dan mulai tubuhnya melawan.

"Cara bentuk melawannya biasanya yang bisa dilihat secara luar adalah mulai timbul gejala, batuk demam dan lain-lain. Di situlah letaknya rapid test ini bisa mendeteksi antibodinya," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini