News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Mendikbud Nadiem: Kesehatan Pelaku Pendidikan Jadi Prioritas Utama Pemerintah

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mendikbud Nadiem Makarim.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan pihaknya mengutamakan keselamatan tenaga pendidikan dalam menetapkan kebijakan selama pandemi corona ini.

Nadiem mengatakan hal tersebut yang membuat pihaknya memberlakukan kebijakan belajar dari rumah.

Baca: Ribka Tjiptaning: Pajak Bisa Dibebaskan, Kenapa Iuran BPJS Malah Naik?

"Keputusan pertama yang diambil adalah mengutamakan Kesehatan. Keselamatan guru, siswa, dan orang tuanya merupakan prioritas utama kami," ujar Nadiem melalui keterangan tertulis, Jumat (15/05/2020).

Nadiem mengakui pembelajaran di masa pandemi memang tidak mudah. Namun, Kemendikbud terus berupaya memastikan pembelajaran tetap terjadi.

"Harus diakui situasi ini tidak optimal dan pencapaian pendidikan tidak akan sama pada saat krisis Covid-19 ini terjadi di Indonesia dan di negara lain di dunia," ucap Nadiem.

Baca: Kaesang Pangarep Kangen Pacar, Putra Bungsu Jokowi Berkali-kali Unggah Foto Felicia Tissue

"Oleh karena itu, kenyataan tersebut harus diterima dan berusaha mengurangi dampaknya sebanyak mungkin. Kemendikbud terus melakukan segala daya, siang dan malam untuk mencoba memperbaiki situasi ini," tambah Nadiem.

Nadiem mengatakan Kemendikbud terus berupaya menyediakan beragam solusi untuk memastikan setiap satuan pendidikan melakukan apa yang terbaik bagi mereka.

Baca: KPK Periksa 2 Saksi Terkait Kasus Suap dan Gratifikasi Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi

Sekaligus mendorong terjadinya eksperimen guna menemukan pendekatan-pendekatan baru dalam pendidikan di masa depan.

"Kemendikbud harus mengambil bagian untuk membantu menghadirkan pemahaman mengenai apa kunci utama keluar dari krisis ini dan bagaimana berpartisipasi dalam hal itu," pungkas Nadiem.

Seperti diketahui, saat ini sekolah yang menerapkan pembelajaran dari rumah sekitar 97,6 persen. Sementara sisanya tidak melaksanakan BDR karena tidak memiliki perangkat pendukung.

Sekitar 2,4 persen yang tidak melaksanakan belajar dari rumah adalah sekolah yang berada di daerah khusus pedalaman, bukan daerah terjangkit Covid-19.
 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini