News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Tes Spesimen Covid-19 Tembus Target: 23.310 Per 11 Juli, Total Akumulatif 1.038.988

Penulis: Reza Deni
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu (27/6/2020).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah menginformasikan soal uji tes spesimen terkait virus corona atau Covid-19 pada Sabtu (11/7/2020).

Adapun pemeriksaan spesimen yang rampung pada hari ini sebanyak 23.310 spesimen.

Baca: Ada 6 Provinsi Nihil Kasus Baru Covid-19, Mulai dari Jambi Hingga NTT

Angka tersebut diketahui menembus target pemerintah sebesar 20 ribu.

Ini kali keempat dalam minggu ini pemeriksaan spesimen menembus target.

Adapun sehari sebelumnya, tes spesimen juga menghasilkan 23.609 spesimen.

Dua hari sebelumnya 23.832 spesimen, dan tiga hari yang lalu sebanyak 22.183 spesimen.

"Sehingga hasil total pemeriksaan spesimen, sebanyak 1.038.988 spesimen," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, dalam siaran BNPB, Sabtu (11/7/2020)

Pemeriksaan spesimen, dikatakan Yuri, dilakukan dengan dua metode.

Metode pertama yakni real time polymerase chain reaction (PCR).

Metode yang kedua merupakan tes cepat molekuler (TCM).

Dari pemeriksaan tersebut, jumlah kasus positif yang terjadi di Indonesia mengalami penambahan lebih dari 1.600 pasien positif virus corona

"Covid-19 terkonfirmasi sebanyak 1.671 orang sehingga menjadi total kasus positif sebanyak 74.018 orang," ujar Yurianto.

Yuri juga mengatakan penambahan kasus sembuh hari ini mencapai 1.190 pasien.

Baca: Ahli Epidemiologi Sebut Bioskop dan Ruang Tertutup Lain Berisiko Tularkan Covid-19

Sehingga total kasus sembuh sebanyak 34.719 orang.

"Sementara jumlah yang meninggal dunia menjadi 3.535 orang setelah penambahan  66 orang," pungkasnya. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini