News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Kabar Baik Covid-19, 3 Hari Berturut-turut Tambahan Kasus Sembuh Lebih Banyak dari Kasus Positif

Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Peserta upacara memakai pakaian adat saat mengikuti upacara HUT Kemerdekaan RI ke-75 di Taman Asmaul Husna komplek Masjid Nasional Al Akbar, Senin (17/8).

TRIBUNNEWS.COM - Tambahan pasien sembuh Covid-19 kembali catatkan angka yang lebih tinggi dibandingkan tambahan kasus terkonfirmasi positif pada Minggu (23/8/2020).

Mengutip data covid19.go.id, terdapat penambahan 2.037 kasus positif dalam 24 jam terakhir.

Sedangkan kasus sembuh bertambah 2.302.

Sehingga dari total 153.535 kasus terkonfirmasi, 107.500 kasus telah dinyatakan sembuh.

Persentase kesembuhan kasus Covid-19 di Indonesia kini mencapai 70 persen.

Sementara itu angka kematian bertambah 86.

Sehingga total kasus kematian akibat Covid-19 mencapai 6.680.

Persentase angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia yaitu 4,4 persen.

Baca: Presiden: Semangat Reformasi Relevan untuk Hadapi Krisis Akibat Pandemi Covid-19

Diketahui, beberapa tiga hari terakhir tambahan kasus sembuh lebih banyak dibandingkan tambahan kasus positif.

21 Agustus 2020
Kasus baru : 2.197
Kasus sembuh : 2.317

22 Agustus 2020
Kasus baru : 2.090
Kasus sembuh : 2.207

23 Agustus 2020
Kasus baru : 2.037
Kasus sembuh : 2.302

Tanda Baik

Kondisi ini disebut Pakar Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM Unair) Surabaya, Dokter Windhu Purnomo, sebagai tanda baik.

Meskipun, wabah Covid-19 dinilai belum mencapai puncaknya.

"Ada tanda baik yang sudah ditunjukkan dari data yang ada, yaitu angka kematian menurun, dan kesembuhan meningkat," ujar Windhu saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (12/8/2020).

Ahli Epidemologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya, Windhu Purnomo. (SURYA.CO.ID/Febrianto Ramadani)

Akan tetapi, jumlah akumulasi kasus aktif dari hari ke hari dinilai masih belum baik.

"Sudah pernah turun tapi naik lagi," ungkapnya.

Windhu menyebut, berdasar kasus by declare, yang dipebarui pemerintah per hari, kasus Covid-19 masih terus naik.

"Sampai tanggal ini kita belum memasuki puncak, gelombang pertama saja belum nyampai," imbuhnya.

Baca: Setelah Ridwan Kamil, Kini Doni Monardo Daftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Baca: Ekonomi RI Minus, BI: Wabah Covid-19 Tekan Pertumbuhan

Lebih lanjut Windhu mengungkapkan, pakar epidemiologi kesulitan untuk memperkirakan puncak Covid-19.

Dikarenakan, data kasus Covid-19 naik turun seiring perubahan kebijakan pemerintah.

"Epidemiologi saja, sebagai orang Kesmas, sulit memprediksi karena data itu naik turun karena kebijakannya juga berubah-ubah," ungkapnya.

Baca: Jokowi Optimis Vaksin Virus Corona Segera Ditemukan, Begini Tahap Pengujiannya

Jokowi Sebut Puncak Wabah di Agustus atau September

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi puncak wabah virus corona (Covid-19) di Indonesia akan terjadi pada bulan Agustus atau September 2020.

Hal itu disampaikan Jokowi kala berbincang dengan wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta, 13 Juli 2020 lalu.

"Kalau melihat angka-angka, memang nanti perkiraan puncaknya ada di Agustus atau September, perkiraan terakhir," kata Jokowi.

Jokowi pada bulan Maret lalu juga sempat memprediksi puncak Covid-19 akan terjadi pada Mei.

Namun, prediksi tersebut meleset.

Jokowi kini justru menemukan fakta kasus baru Covid-19 masih terus bertambah.

Baca: Covid-19 Menular Lewat Udara, Pakar: Minimalisir Penggunaan AC di Kantor

Prediksi terbaru pandemi Covid-19 akan mencapai puncaknya pada Agustus atau September juga masih bisa berubah.

Jokowi menilai, hal tersebut bergantung dengan kinerja seluruh jajarannya dalam menekan penyebaran kasus Covid-19.

"Kalau kita tidak melakukan sesuatu, ya bisa angkanya berbeda. Oleh sebab itu, saya minta pada para menteri untuk bekerja keras," ungkapnya.

(Tribunnews.com/Gilang Putranto)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini