News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Satgas Covid-19 Ingatkan Zona Hijau Juga Punya Risiko Penularan

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Menurut Wiku, setiap zona penyebaran Covid-19 memiliki risiko yang bervariasi. Termasuk, zona hijau.

Maka dari itu, daerah yang dinyatakan zona hijau belum tentu daerah tersebut memiliki kasus nol Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Wiku saat memberikan update mingguan Penanganan Covid-19 melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (25/8/2020).

Baca: Di Aceh, Presiden Kembali Ingatkan Strategi Intervensi Berbasis Lokal Atasi Pandemi Covid-19

"Meskipun salah satu warnanya adalah hijau tidak serta merta risiko di daerah zona hijau adalah nol. Konteksnya pandemi di seluruh dunia, maka dari itu zona-zona yang ada termasuk yang hijau memiliki risiko yang bervariasi antara merah, oranye, kuning dan hijau," kata Wiku.

"Zona hijau pun memiliki risiko. Untuk itu protokol kesehatan tetap harus dijalankan dengan ketat untuk seluruh zona yang ada," tambahnya.

Wiku juga memaparkan update wilayah yang masuk zona resiko tinggi, rendah hingga tidak ada kasus Covid-19 pada hari ini.

Baca: Karyawannya Reaktif Covid-19, Baim Wong Kelimpungan Sampai Lakukan Swab Test Semua Pegawai

Ia pun menyebut, ada 22 kabupaten kota dengan risiko tinggi, 223 kabupaten kota dengan risiko sedang, dan 195 daerah dengan risiko rendah.

Namun, ada juga 44 daerah yang tidak ada kasus baru serta 30 wilayah yang tidak terdampak Covid-19.

"Kami berharap daerah-daerah yang tidak terdampak tetap bisa dijaga dan daerah yang resiko tinggi, sedang dan daerah bisa berpindah menjadi daerah yang tidak ada kasus baru," jelasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini