News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Menlu Retno: Vaksin Covid-19 Skema Multilateral Diprediksi Tersedia 2021

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi dalam press briefing dengan media, Rabu (29/7/2020).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut, ketersediaan vaksin Covid-19 melalui jalur multilateral dapat diperoleh pada 2021 mendatang.

Hal itu disampaikan Retno pada kegiatan penandatanganan MOU for the Provision of Procurement Services Kementerian Kesehatan RI dan Perwakilan UNICEF itu disiarkan secara virtual, Rabu (16/9/2020).

Ia melanjutkan, jalur multilateral itu berasal dari skema GAVI (Global Alliance for Vaccine and Immunization), CEPI (Coalition for Epidemic Preparedness Innovations), dan WHO melalui Covax Facility

"Perkiraan, vaksin melalui jalur multilateral ini akan tersedia tahun 2021," ujar mantan dubes RI untuk Belanda ini.

Retno mengatakan, Indonesia saat ini telah ditetapkan memenuhi syarat sebagai negara kategori advance market commitment (AMC) dalam kerangka Gavi, Covax Facility, yakni terdapat bantuan keringanan financial melalui mekanisme official development assistance (ODA).

Baca: Vaksin Covid-19 Buatan China Siap Pakai November 2020

Untuk itu, Indonesia terus mengintensfikan komunikasi dengan GAVI dan Covax Facility mengenai waktu ketersediaan vaksin, maupun harga vaksin menjadi lebih murah.

“Diharapkan vaksin dalam mekanisme multilateral sudah ada, maka semua infrastruktur yang diperlukan sudah siap sehingga tidak terjadi delay dalam deliverynya,” harap dia.

Retno mengatakan, Indonesia terus berupaya untuk mengupayakan akses vaksin baik melalui kerjasama bilateral maupun multilateral.

“Semua ikhtiar kita jalankan baik jangka pendek termasuk jalur multilateral maupun jalur jangka panjang melalui kemandirian vaksin dengan pengembangan vaksin dalam negeri,” kata Menlu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini