News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Retno: Uji Klinik Vaksin Sinovac Lancar, Tidak Timbulkan Gejala Berat

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi di Jakarta, Kamis (17/9/2020).

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa pemberian vaksin Covid-19 harus dilakukan secara seksama dan hati-hati.

Pemerintah terus memantau proses uji klinik vaksin hasil kerjasama dengan Perusahaan Tiongkok Sinovac Biotech Ltd, di Bandung, Jawa Barat. 

"Berdasarkan komunikasi dengan tim uji klinik, profesor Kusnadi dan juga timnya, kami tadi pagi melakukan rapatd an memperoleh informasi bahwa laporan yang diterima sampai saat ini uji klinik berjalan dengan lancar," kata Retno dalam konferensi pers usai rapat terbatas, Senin, (28/9/2020).

Sejauh ini hasil uji klinik vaksin fase III tidak menimbulkan gejala yang berat bagi penerima vaksin. Proses pengujian akan terus dilakukan Tim Riset Uji Klinik, sampai vaksin dinyatakan lolos uji dan siap diproduksi massal.

"Tidak diperoleh efek yang berat. Jadi intinya dapat berjalan dengan lancar dan sejauh ini hasilnya baik," katanya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan kepada jajaran kabinetnya untuk membuat rancangan vaksinasi Covid-19 sedini dan sedetil mungkin.

Baca: Presiden Jokowi akan Terbitkan Perpres Vaksinasi

Hal itu disampaikan Presiden dalam rapat terbatas Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, (28/9/2020).

"Saya minta untuk rencana vaksinasi, rencana suntikan vaksin itu direncanakan secara detil seawal mungkin," katanya.

Presiden meminta rancangan tersebut dibuat dalam dua pekan dengan memuat detil waktu, lokasi, pemberi dan penerima vaksin tahap awal. 

"Saya minta dalam dua minggu ini sudah ada perencanaan yang detil, kapan dimulai, lokasinya di mana, siapa yang melakukan, siapa yang divaksin pertama, semuanya harus terencana dengan baik sehingga saat vaksin ada itu tinggal langsung implementasi pelaksanaan di lapangan," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini