News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

PB IDI: Penambahan Ruang Perawatan Covid-19 Perlu Diimbangi Dukungan Tenaga Kesehatan

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ilustrasi virus corona

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pemerintah terus memaksimalkan upaya penanganan pandemi Covid-19, satu diantaranya menambah rumah sakit rujukan dan menambah tempat tidur khusus Covid-19 serta penyiapan tempat isolasi mandiri.

Seperti di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlit Kemayoran, pembukaan beberapa tower sebagai ruang perawatan dilakukan agar banyak pasien yang bisa tertampung.

Merespons hal itu Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengatakan, hal itu tentu harus dibarengi dengan dukungan tenaga kesehatan yang cukup besar.

Baca: Seluruh Jajaran DKPP Dinyatakan Negatif Covid-19 Setelah Jalani Swab Test Massal

"Karena itu mutlak harus ada pemberdayaan tenaga kesehatan baik dalam bentuk penugasan khusus dan rekrutmen relawan profesional," ujar Anggota Bidang Kesekretariatan, Protokoler, dan Public Relation PB IDI, Halik Malik, saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (29/9/2020).

Ia menuturkan, sampai saat ini dukungan relawan profesional dari IDI untuk RSDC Wisma Atlit mencapai ribuan relawan dokter yang mendaftar.

"Sementara yang sudah terseleksi ada 1052 orang," tutur dia.

Halik merinci dari jumlah tersebut, yang telah bertugas ada 863 orang dari total 27 bacth penugasan.

Baca: Ilmuwan China Sebut ASI BIsa Cegah dan Obati Covid-19, Begini Penjelasannya

"Per bacth ada 30-50 orang yg bertugas selama 2 minggu -1 bulan memberikan pelayanan, kemudian isolasi selama 2 minggu pasca penugasan," terang Halik terkait sistem pembagian tugas dokter.

Selain itu, ia menambahkan, IDI juga menugaskan sejumlah relawan dokter di luar DKI Jakarta.

"Untuk RS Rujukan Covid-19 baik di DKI Jakarta maupun di daerah-daerah melalui IDI setempat," jelasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini