News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Beredar Kabar Ada Chip dalam Vaksin Covid-19, Satgas: Itu Bohong

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wiku Adisasmito

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa informasi mengenai adanya chip dalam vaksin Covid-19 adalah hoaks.

Masyarakat diminta berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi, utamanya di sosial media.

"Saya tegaskan, bahwa berita itu (chip dalam vaksin), berita bohong. Tidak ada chip didalam vaksin," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Rabu, (20/1/2021).

Wiku mengatakan Satgas Penanganan Covid-19 menemukan banyak informasi palsu yang bertebaran di sosial media terkait vaksin Covid-19.

Baca juga: Pasien Autoimun tak Bisa Divaksin Covid-19, Jubir PB IDI Jelaskan Alasannya

Baca juga: Penyintas Covid-19 Tetap Bisa Divaksin Setelah Sembuh, Tapi Tunggu 8 Bulan

Salah satunya, hoaks yang menyebut dalam vaksin Covid-19 tertanam chip atau component management system, yang bisa melacak orang yang menerima vaksin.

Serta adanya hoax menyebut adanya kode vaksin.

Wiku mengatakan kode yang tertera pada botol vaksin hanya untuk melacak distribusi dan tidak menempel pada orang yang divaksin.

"Kegunaan barcode tersebut, semata-mata untuk pelacakan distribusi produk vaksin, dan sama sekali tidak dapat difungsikan untuk melacak keberadaan masyarakat yang telah di vaksin," katanya.

Wiku menambahakan selain berupaya menangani Pandemi Covid-19, Satgas juga terus meluruskan informasi palsu yang beredar di masyarakat.

Wiku meminta masyarakat dapat menyaring informasi yang diterima.

Memilah dan meneliti terlebih dahulu isi berita atau video yang tidak jelas sumbernya. Dan juga tidak menyebarkannya setelah menerimanya.

"Masyarakat juga seharusnya tidak serta merta menyebarkan informasi yang sifatnya hanya memprovokasi, terlebih lagi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan isinya. Ingat, bahwa mengaitkan dua hal yang tidak berhubungan adalah hal yang berbahaya. Dan pada akhirnya masyarakat sendiri yang akan dirugikan oleh berita-berita tersebut," pungkas Wiku

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini