Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail
TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Juru Bicara Vaksin Covid-19 dari Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan bahwa kemasan vaksin Covid-19 Sinovac yang diolah bio farma dari vaksin bahan baku (bulk) nantinya akan berbeda dengan vaksin jadi Sinovac yang telah disuntikan kepada 1,5 juta tenaga kesehatan.
Kemasan vaksin nantinya akan diberi nama Covid-19 vaccine, bukan CoronaVac.
"Ini memiliki kemasan yan berbeda dengan vaksin yang sebelumnya didistribusikan yaitu Coronavac," kata Bambang saat menyambut kedatangan 10 juta dosis bahan baku vaksin Sinovac di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa, (2/2/2021).
Kemasan vaksin Coronavac sebelumnya yang sebanyak 13 juta dikemas dalam singledose atau dosis tunggal.
Baca juga: Menristek Harap Bibit Vaksin Merah Putih Diserahkan kepada Bio Farma Maret Ini
Baca juga: Pemerintah Percepat Kedatangan 140 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Covid-19 Sinovac
Satu fail berisi satu dosis, dan dikemas dalam satu dus berisi 40 fail.
Sementara vaksin Covid-19 yang diolah di biofarma nanti akan dikemas dalam kemasan multidose, dimana satu fail berisi 10 dosis, dan dalam 1 dus akan dikemas dalam 10 fail.
"Sehingga satu dus berisi 100 dosis. Demikian perbedaan kemasan ini namun tidak membedakan kualitas dari vaksin Covid-19 tersebut," katanya.
Sementara itu menurut dia, proses pendistribusian vaksin Covid-19 pihaknya menggunakan Sistem Manajemen Distribusi Vaksin atau SMDV yang terintegrasi dan dilengkapi dengan dashboard Internet of Things.
"Itu untuk menjaga kualitas vaksin agar tetap terjaga," pungkasnya.
Baca tanpa iklan