News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penanganan Covid

Presiden Ingatkan Kepala Daerah: Vaksinasi Harus Tepat Sasaran

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

VAKSINASI NAKES LANSIA - Vaksinator RS Husada Utama melakukan vaksinasi kepada nakes, Senin (8/2). RS Husada Utama mulai melakukan vaksinasi kepada nakes lansia dimana hari pertama diikuti 22 nakes lansia. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kepala Daerah untuk membuat perencanaan dan pemetaan detil vaksinasi Covid-19.  Agar vaksinasi yang diberikan tepat sasaran. 

"Vaksinasi harus tepat sasaran,  tepat target betul jangan sampai meleset," kata Presiden saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-6 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Istana Negara, Jakarta,  pada Kamis, (11/2/2021).

Selain itu, Presiden juga meminta Kepala Daerah untuk mempersiapkan vaksinator. Serta manajeman proses vaksinasi di lapangan.

"Juga manajemen vaksinasi nya di lapangan,  mungkin di Puskesmas silakan melakukan,  tetapi harus ada yang dalam bentuk massal, kumpulkan misalnya di GOR, kumpulkan di balai kota dalam jumlah yang banyak, sehingga harian ini kita bisa melakukan suntikan vaksin dalam jumlah yang banyak, sehingga segera tercapai herd immunity," kata Presiden.

Pemerintah menurut Presiden terus berupaya mendatangkan vaksin secepat mungkin.

Baca juga: Pekan Depan Vaksinasi Covid-19 kepada Pedagang Pasar dan Karyawan Mall Mulai Dilakukan

Vaksin saat ini diperebutkan oleh 215 negara, dan Indonesia merupakan satu dari 42 negara yang telah mendapatkan vaksin dan menjalankan program vaksinasi. 

"Sekarang ini yang baru bisa berjalan vaksinasinya kira-kira 42 negara, yang lain rebutan mendapatkan vaksin, kita sudah mendapatkan komitmen 426 juta. Ini Alhamdulillah karena memang sejak awal, sejak Agustus  kita sudah mulai pendekatan dengan produsen produsen vaksin, bukan barang yang mudah ini rebutan, semua negara rebutan vaksin," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini