News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penanganan Covid

Risma Tangkapi Remaja 'Kongkow' Tanpa Taati Protokol Kesehatan di Jam 12 Malam

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KUNJUNGAN KERJA - Menteri Sosial, Tri Rismaharini saat mendamipingi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy kunjungan kerja di PMI Surabaya, Selasa (16/2). SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Sosial Tri Rismaharini bercerita betapa tegasnya dirinya dalam menerapkan protokol kesehatan saat masih menjabat sebagai Wali Kota Surabaya.

Risma mengaku terjun langsung menyisir wilayah Kota Pahlawan hingga tengah malam demi mengawasi berjalannya protokol kesehatan.

Bahkan, Risma mengaku tidak segan menangkapi pemuda yang masih berkumpul tanpa menjaga protokol kesehatan.

“Saya ingat saat jadi Wali Kota Surabaya teman-teman BNPB hafal, saya paling keras menangani pandemi ini. Mungkin tidak ada yang sekeras saya, karena saya jam 12 malam masih menangkapi anak-anak yang ada di beberapa tempat, yang mereka tidak menjaga protokol kesehatan," ujar Risma dalam Rakornas Penanggulangan Bencana di Kantor BNPB, Jakarta, Selasa (9/3/2021).

Para pemuda yang ditangkapnya, kata Risma, banyak yang marah kepadanya. Mereka tidak terima, karena merasa hanya melakukan kegiatan kumpul biasa.

Melalui pendekatan persuasif, Risma memberikan penjelasan bahaya jika para pemuda tetap berkumpul di masa pandemi Covid-19.

Risma menjelaskan bahwa mereka dapat menjadi penyebab penularan virus di keluarganya, jika masih berkerumun.

Baca juga: Mensos Risma: Peran Perempuan Semakin Kompleks di Era Pandemi Covid-19

"Kalau terjadi apa-apa terhadap orang tuamu kamu seperti apa, lalu aduh ‘iya maaf bu maaf maaf’,” ungkap Risma.

Langkah keras ini, menurut Risma, membuat Surabaya berhasil menurunkan angka penularan Covid-19. Padahal Surabaya sempat masuk zona hitam penyebaran Covid-19.

“Artinya sebetulnya saya bisa membuktikan bahwa Surabaya bisa turun drastis saat itu, dari yang katanya hitam, merah hitam, merah tua, kemudian berangsur bahkan sempat jadi kuning, saya tinggal sempat jadi kuning," pungkas Risma. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini