News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penanganan Covid

Satgas Covid-19: Vaksin Sinopharm Memiliki Tingkat Efikasi Tinggi

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang staf medis menunjukkan dosis vaksin Sinopharm buatan China untuk memvaksinasi Menteri Kesehatan Serbia di institut virologi di Beograd pada 19 Januari 2021.

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Vaksin Covid-19 produksi Sinopharm telah mendapatkan persetujuan Emergency Use of Authorization (EUA) pada lebih dari 27 negara termasuk Indonesia mengeluarkan EUA sejak April 2021.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan bahwa vaksin ini juga telah mendapatkan Emergency Use of Listing (EUL) dari WHO pada 7 Mei 2021. 

"Studi klinis fase 3 pada lebih dari 42 ribu subjek di Uni Emirat Arab dan beberapa negara, menunjukkan efikasi vaksin Sinopharm sebesar 78,02%. Hasil pengukuran imunogenesitas penggunaan vaksin menunjukkan pembentukan antibodi tergolong tinggi pada orang lansia dan dewasa," kata Wiku  dalam Konferensi pers virtual yang  disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (28/5/2021).

Baca juga: Kimia Farma Sepakati Pengadaan 7,5 Juta Dosis Vaksin Sinopharm Guna Percepat Vaksinasi Gotong Royong

Pernyataan Wiku tersebut menjawab pertanyaan awak media mengenai efektivitas vaksin tersebut.  

Wiku menambahkan untuk mengetahui efektivitas vaksin dalam mengurangi resiko penularan Covid-19, masih perlu studi lanjutan.

"Dan perlu menjadi pengingat kita bersama bahwa vaksinasi saja belum cukup mampu memberikan proteksi prima dalam mencegah penularan. karena pada prinsipnya seluruh jenis upaya pengendalian covid dengan saling komplemen, tidak bisa berdiri sendiri dan dijalankan dalam waktu yang bersamaan," katanya.

Dalam kesempatan tersebut juga, Wiku menegaskan bahwa pemberian vaksin terhadap anak-anak belum diutamakan.

Hal itu mengingat di tingkat dunia sebagian merk vaksin belum sepenuhnya diuji pada kategori pada anak-anak.

 "Saat ini Indonesia fokus kelompok rentan dan secara statistik didominasi usia 18 tahun. Hal ini untuk memperlambat laju penularan," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini